muqaddimah

"Allah (sentiasa) hendak meringankan (beban hukumnya) daripada kamu, kerana manusia itu dijadikan berkeadaan lemah" (Surah An-Nisa:28)

flower

Friday, August 24, 2012

musafir al-faqir

Hidup ini penuh dugaan. Aku seperti kertas yang beterbangan. Hanya beterbangan mengikut arus angin. Kertas kosong yang tiada makna. Kosong seperti hidupnya. Namun masih tercalit secebis pengharapan padaMu ya Ilahi. Onak dan duri aku renangi. Namun dalam liku musafir al-faqir ini, banyak yang duka berbanding suka. Apakah sebegini peritnya kehidupan sebuah al-faqir? Ya Ilahi,Engkau lebih mengetahui akan apa yang tidak aku ketahui. Kurniakan ketabahan buatku,sekujur pengharapan:'(
Aku sudah penat menjadi patung cendana,menjadi pelakon yang tiada makna. Aku lelah! Aku lemah! Apakah masih ada kebahagiaan yang Engkau simpan buatku? Apakah layak al-faqir ini untuk bahgia? Apakah aku sudah hampir dengan titik nokhtah kembaraku??? Duhai cinta hatiku sang Robb,bangkitkan kembali semangatku. Aku yang terkulai lemah:'(
Terbitkanlah pelangi nan indah yang bisa menjadi pengubat duka laraku selama ini dan menghayutkan segala kepahitan yang ku rasai...........


Monday, August 6, 2012

its all about my journey


Assalamualaikum sohabat sekali! Semoga sentiasa dalam baraqah Allah! Aamiin.
subhanAllah, tinggal 10 hari lagi ramadhan yang perlu kita lalui bagi tahun ini. Sayu hati ini dengan perpisahan di bulan mulia ini. Allahuakbar! Apakah ada lagi ramadhan buatku?? Ya Allah, Engkau kurniakan yang terbaik buat kami.
Dewasa! Semua orang akan melalui level itu... nak atau tidak, kita pasti! Akan melaluinya. Sesungguhnya bukan mudah menjadi golongan “dewasa”. Pelbagai perkara yang harus difikirkan. Jika dilihat turutan kehidupan yang diatur Ilahi,subhanAllah! Cukup teratur. Namun aku, takut sekali untuk mendepani ujian di tahap “dewasa”.. terkadang aku terfikir, mampukah aku yang kerdil ini melaluinya?? Sudah sediakah aku akan kehidupan luar yang lebih mencabar? Mampukah aku melalui hari-hari mencabar?? Selamatkah aku dengan persekitaran itu?? Ya Allah, hamba yang kerdil ini selalu memerlukan petunjuk, dan bantuanMu. Bantulah aku. Meniti titian duniawi yang perit, penuh dugaan. Engkau bekalkan hamba dengan keimanan yang utuh, kesabaran yang tinggi dan semangat yang tidak pernah pudar. Peliharalah pautan kasihku buatMu..
Sungguh! Beruntung bila dilahirkan dalam suasana yang terjaga. Kerna keselamatan kita, akhlak kita,keperibadian kita akan sentiasa terjaga. Dan orang sekeliling juga mudah menerima kita kerna mereka dan kita adalah sama. Tapi bagaimana kehidupan seorang hamba yang mulai berhijrah mencari redhaNya?? Bagaimanakah persekitaran menerimanya? Mampukah dia mengharungi dugaannya?sulitkah menjadi “asing” di dunia sendiri? Mampukah menahan bisikan nafsu dan syaitan? Kuatkan iman mengharungi dugaan dan cobaan?? subhanAllah. Berubah mungkin mudah, tapi untuk istiqomah, kita perlu kuat. Kuat dari segi rohani dan jasmani. Berdepan dengan insan-insan yang berbeza pendapat, memang sulit! Terkadang lemah jiwa ini.. kelu lidah ini dlm berbahas. Namun, cinta Allah buat hambaNya itu mampu mengatasi segalanya.
Orang kata, mudah jalan orang kafir untuk bertukar agama kepada islam berbanding orang islam berhijrah untuk kembali kepada fitrah kehambaan. Kerna apa? Kerna mereka harus mendepani karenah manusia yang berbeza pendapat dengan mereka. Sedangkan agama yang dianuti adalah sama. Kerna apa?? Kesedaran sesetengah umat islam itu semakin tipis. Yang diajarkan itu menjadi suatu yang janggal. Bukan kerna tidak tahu tapi kerna tidak mengamalkan.!
Berbeza dengan cubaan saudara baru. Mereka akan keluar dari kehidupan silam mereka. Dan membina suatu kehidupan baru dalam persekitaran baru. Dugaan mereka bila keluarga menentang. Kerna keluarga itu tidak mengetahui tentang kebenaran islam. Tapi bagaimana dengan umat islam yang terlebih dahulu mengenali islam. Tapi tidak mengamalkannya?? Sukar buat kita menyedarkan mereka. Bagi mereka, mereka mengetahui segalanya tentang islam. Dan tidak mengamalkan tuntutan islam itu bukan dosa bagi mereka,tapi waktu yang belum tiba untuk berubah. Benarkah persepsi begitu??
mendepani orang yang terdekat dengan kita.. tapi penghijrahan kita mendekati Ilahi, mencari redho Ilahi mewujudkan jurang dan perbezaan pendapat, cara hidup dan pemikiran. Sedih, sayu, bila diri semakin jauh dengan dunia yang selama ini kita terokai sudah berubah dan terasing buat kita. Hanya Dia yang mengetahui...
ya Allah, jika esok masih ada buatku, teguhkan imanku dan pelihara aku dari kekufuran...

perkongsian oki Setiana dewi


Masih kuingat betul perkataan asma, sahabatku di umm al quro, makkah 'aku selalu berpikir betapa beruntungnya mereka yang hidup di negara mayoritas islam, atau minimal memberikan hak yang sama terhadap penganut islam, sepertimu oki. Di negaramu bebas kan, memakai hijab, bebas ke masjid, suara azan membahana...' (Cahaya di atas cahaya hal 155)

Asma benar.di negara ini, aku beribadah dengan aman dan tenang. Kontras dengan saudara2ku, muslim rohingya di myanmar. Mrk diperlakukan tidak adil, dibunuh, dihina, dizalimi..


Masihkah kau diam seribu bahasa
Dengan hati tanpa rasa
Tanpa iba
Tanpa cinta..

Kenapa itu terjadi?
Karena sibuk memikirkan diri
Karena tak tau informasi
Atau tau tapi pura2 tuli

Karena tak terlihat oleh mata sendiri
Sehingga kita tak pernah sadar betapa ngeri..
Manusia manusia yang mati

Tak bersalah
Tapi darah harus bersimbah..
Tak berbuat kerusakan
Tapi dibantai habis-habisan

Masihkah hatimu tak terusik?

Wahai hamba
اللّهُ yang berharta, berdermalah!

Wahai hamba
اللّهُ yang bertakwa, bedoalah!

Agar manusia dapat hidup selayaknya manusia..

Agar yang bertahan diberi kekuatan dan perlindungan...

Agar yang mati diberikan surga yang abadi..aamiin..

Assalamu’alaikum sahabat..dalam situasi seberat apapun kita harus bisa menghadapinya.. · Sabar dalam menghadapi cobaan dan teguh dalam pendirian, karena kita memliki iman, Iman adalah senjata yang sangat ampuh. sebab iman adalah kekuatan yang bersumber dari ma’iyatullah (kebersamaan dengan Allah swt dan lindungan-Nya). Allah swt berfirman, ”Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.” (An-Nahl:128)..

”Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah dibanding mukmin yang lemah, dan masing-masing dari keduanya mendapatkan kebaikan.” (Muslim)

Sahabat …Rasulullah saw. bercerita kepada kita, “Ketika menjalani Isra’ dan Mi’raj, aku mencium bau yang sangat harum.” “Wahai Jibril, bau harum apa ini?” tanya Rasulullah. Jibril menjawab, “Ini bau harum Masyithah –pelayan putri Fir’aun– dan anak-anaknya.” Saya bertanya, “Apa kelebihan Masyithah?”

Jibril menjawab, ”Suatu hari Masyithah menyisir rambut putri Fir’aun. Sisirnya jatuh dari tangannya. Ia berkata, ‘Bismillah.’ Putri Fir’aun kaget dan berkata kepadanya, ‘Dengan menyebut nama ayahku.’ Ia menolak. ‘Tidak. Akan tetapi Tuhan saya dan Tuhan ayah kamu adalah Allah.’ Ia menyuruh putri itu untuk menceritakan peristiwa tersebut kepada ayahnya…

Cerita selengkapnya sebagai berikut..

Di istana Firaun yang megah dan menjulang tinggi itu terpancar sebuah sinar keimanan yang sangat agung, melebihi kebesaran istana tersebut. Sinar itu berasal dari keimanan dua wanita solehah dengan iman yang teguh. Kedua wanita itu adalah Asiah binti Muzahim, istri Firaun, dan Masyithah, tukang sisir kepercayaan Firaun.

Di istana Firaun, Masyithah tinggal dengan keluarganya yang juga merupakan pelayan-pelayan Firaun. Mereka terdiri dari suami dan dua orang anaknya. Masyithah adalah penata rabut bagi istri-istri Firaun serta putri-putrinya. Tidak ada seorang pun dalam istana yang mengetahui bahwa mereka sekeluarga beriman kepada Allah dan Nabi Musa as., kecuali Asiah, istri Firaun. Mereka berdua adalah dua orang yang menjadi pengikut setia Nabi Musa as.

Pada suatu hari, Masyithah sedang menata rambut seorang putri Firaun, seperti biasa yang dilakukan sehari-hari. Namun, pada hari itu, dengan kehendak Allah, sisir yang sedang dipegang Masyithah tiba-tiba jatuh ke lantai, sehingga secara refleks Masyithah mengucapkan, “Dengan nama Allah, celakalah Firaun.” Ucapan tersebut meluncur begitu saja dari mulut Masyithah.

Tentu saja putri Firaun yang mendengar itu terkejut bukan main. Seorang pelayan berani melaknati ayahnya yang (menurutnya) adalah seorang Tuhan. Sang putri menjadi heran sekali. Kemudian sang putri berkata, “Mengapa engkau menyebut nama Tuhan selain anam ayahku? Apakah engkau mempunyai Tuhan lain selain ayahku?”

Dengan terang-terangan, tanpa mnyembunyikan keimanannya sekali pun Masyithah menjawab, “Ya benar. Aku mempunyai Tuhan selain ayahmu.”

Mendengar jawaban Masyithah ini sang putri terkejut. Sebab di negeri Mesir (saat itu) tidak ada seorang pun yang berani menentang kekuasaan ayahnya. Tetapi ini kok ada seorang pelayan dari kelas rendah justru melaknati ayahnya. Kemudian putri Firaun itu pun berkata, “Kejadian ini akan aku laporkan kepada ayahku.”

Mendengar ucapan sang putri itu, Masyithah tidak sedikit pun gentar. Ia bahkan balik mengancam, “Silahkan saja, kejadian ini engkau laporkan kepada ayahmu, aku tidak takut menghadapinya.” Ternyata ancaman sang putri bukan sekedar gertakan semata. Beberapa waktu kemudian ada panggilan untuk Masyithah dan keluarganya untuk menghadap Firaun.

Di depan Firaun, Masyithah dan keluarga tetap tegar dan tidak memiliki rasa takut sedikit pun di hadapan penguasa lalim tersebut. Kebenaran akan tetap dikatakan, apapun yang terjadi.

Firaun bertanya, “Wahai Masyithah, apakah engkau mempunyai Tuhan lain selain aku?” Masyithah menjawab, “Benar, aku mempunyai Tuhan lain selain engkau. Tuhanku adalah Tuhanmu juga. Dia adalah Allah yang menciptakan dan menguasai jagad raya ini.”

Jawaban Firaun ini membuat Firaun terkejut. Tetapi Firaun tetap bersikap tenang, tidak emosional, dan berusaha tetap membujuk Masyithah dan keluarganya agar mengakui dirinya sebagai Tuhan. Namun bujuk rayu Firaun ditolak mentah-mentah.


Jabatan, kehormatan, dan harta yang banyak akan diberikan kepada Hizqil, suami Masyithah jika mereka mau mengakui Firaun sebagai Tuhan. Namun Masyithah dan Hizqil tetap berpegang teguh prinsip kebenaran keimanan mereka, yaitu tidak ada Tuhan selain Allah.

Setelah segala macam bujuk rayu yang diusahakan Firaun mengalami kegagalan, maka Firaun pun menjadi gusar dan akhirnya memutuskan untuk memberikan hukuman kepada keluarga itu.

Sungguh biadab. Raja yang tidak lagi memiliki hati dan perasaan. Raja lalim ini benar-benar seorang manusia kejam yang sangat tidak berperikemanusiaan. Firaun, si raja hina yang mengklaim dirinya sebagai Tuhan dan mampu memberikan penghidupan ini bersiap-siap menyiksa Masyihah dan keluarganya. Rupanya si raja hina ini ingin menunjukkan kekuatan dan kekejamannya kepada orang banyak agar mereka tidak meniru kelakuan Masyithah dan keluarganya dengan mengkhianati kekuasaannya (Firaun).


Keteguhan hati Masyithah ini, Firaun lalu menggunakan akal liciknya. Firaun mengancam keluarga beriman itu dengan merebus mereka hidup-hidup di dalam satu wadah yang besar. Namun ternyata kekuatan iman keluarga mulia itu sangat kuat hingga tidak mampu dirobohkan oleh ancaman seperti apapun juga. Bahkan dengan tegas Masyithah berbalik menentang Firaun dengan berkata, “Jika engkau benar-benar akan membunuh kami karena tidak mau mengakui dirimu sebagai Tuhan, maka kuburkanlah kami dalam satu lubang!”

Mendengar hal tersebut, Firaun merasa terhina bukan main. Mau mengancam agar menakut-nakuti Masyithah dan keluarganya, justru mereka malah meminta dikuburkan bersama. Bagi Firaun yang sombong, hal ini merupakan pelecehan dan penghinaan besar. Seolah-olah kekejaman Firaun tidak dianggap apa-apa oleh mereka.


Lantas Firaun pun berkata, “Baiklah jika itu memang permintaanmu, aku akan mengabulkannya!” Kemudian Firaun memanggil pelayan dan para algojonya untuk menyiapkan sebuah tungku yang sangat besar. Sebuah wadah yang berukuran raksasa didatangkan beserta kayu bakar yang banyak.

Setelah wadah disiapkan di atas tungku, kayu bakar pun dinyalakan dan diisi air. Api yang besar itu pun memanasi wadah itu hingga air mendidih. Sungguh sangat mengerikan. Hati siapa yang tidak merinding melihat hal tersebut. Firaun si raja hina ini benar-benar di luar batas. Dia ingin merebus manusia, sebuah keluarga layaknya seekor daging yang siap dimasak.

Tidak jauh dari tempat tersebut, Masyithah dan keluarganya menoba untuk tetap tenang. Anaknya yang masih balita yang masih berada dalam gendongannya tampak diam tanpa merengek, tidak merasakan hawa panas dari nyala api yang besar itu. Sungguh besar kuasa Allah. Laa haula wa laa quwwata illaa billaah..

Semua orang yang menyaksikan kejadian tersebut sangat tegang dan seolah-olah seperti tidak tega melihatnya. Kekejaman Firaun memang sungguh keterlaluan. Para penduduk Mesir yang mendatangi tempat tersebut memang baru kali ini melihat Firaun merebus manusia. Belum pernah mereka melihat kekejaman Firaun sampai yang seperti ini. Tidak terbayang bagaimana panasnya air yang mendidih itu. Tidak terbayang kulit yang akan terkelupas oleh didihan air. Tidak terbayang bagaimana raga akan terbakar, melepuh, dan meleleh. Tulang pun pasti akan hancur. Masya Allah..

Tetapi hal itu tidak membuat Masyithah takut sedikitpun. Masyithah dan keluarganya tetap berusaha untuk tenang dan menyerahkan semua urusannya kepada Allah. Dari mulut mereka tidak henti-hentinya menyebut nama Allah yang Maha Agung.

Orang pertama yang mendapat giliran untuk direbus hidup-hidup adalah Hizqil…
Suami Masyithah yang memegang teguh keimanan ini benar-benar telah syahid seiring dengan dilemparkan dirinya ke dalam air mendidih itu..
Inna lillaahi wa inna ilaihi raa ji’uun..

Masyithah begitu sakit hati. Perasaannya hancur melihat suaminya meregang nyawa dalam didihan air yang sangat panas. Hatinya seakan menjerit melihat kekejaman Firaun. Air matanya berlinang, menangis kepada Allah seraya mengharap agar keluarganya segera dimasukkan ke dalam surga-Nya.

Firaun menawar sekali lagi, agar Masyithah mau mengakui dirinya sebagai Tuhan. Jika menerima, maka anak-anaknya akan selamat. Tetapi jika menolak, maka anak-anaknya akan bernasib sama seperti ayahnya. Tetapi Masyithah tetap tegar dan gigih memegang keimanan.

Firaun pun segera memerintahkan untuk menyeret anak pertama Masyithah agar dimasukkan ke dalam air mendidih tersebut. Anak tersebut akhirnya diseret oleh algojo-algojo Firaun, dan dilemparkan ke dalam air mendidih itu bersatu dengan jasad ayahnya yang sudah syahid.
Inna lillaahi wa inna ilaihi raa jii’uun..


Hati siapakah yang tidak akan teriris melihat anaknya dilemparkan ke dalam didihan air? Sungguh, Masyithah benar-benar seorng wanita yang tegar. Kegigihannya memang berlinang air mata. Tetapi Masyithah yakin bahwa kebenaran harus dipegang teguh, apapun yang terjadi.

Kemudian Firaun pun menawar sekali lagi agar Masyithah meninggalkan keimananya dan berali mengakui Firaun sebagai Tuhan. Tetapi tidak. Sekali-kali tidak. Kekuatan iman Masyithah melebihi kuatnya benteng dan istana Firaun. Ia akan tetap merelakan anaknya yang masih balita, itu untuk bersatu dengan ayahnya dan kakaknya dalam didihan air yang sangat panas.

Air matanya berlinang menatap buah hatinya yang masih mungil itu. Setan-setan busuk tidak henti-hentinya membisikkan ke dalam diri Masyithah agar Masyithah mau mengakui Firaun sebagai Tuhan. Setan-setan membisikkan sesuatu ke dalam diri Masyithah, apakah tega dirinya melihat seorang bayi yang masih menyusu ibunya dimasukkan ke dalam air yang mendidih? Tetapi rupanya setan-setan itu tidak berdaya menghadapi kekuatan iman Masyithah. Setan-setan itu pun menyingkir setelah Masyithah menyatakan pada dirinya bahwa kebenaran tidak bisa dibeli dengan apapun juga dan kebenaran harus dipertahankan walau apapun juga.

Tiba-tiba sebuah keajaiban terjadi. Sungguh besar kuasa Allah. Bayi Masyithah yang masih balita itu kemudian berkata kepada ibunya, “Wahai ibu, jatuhkanlah diriku bersamamu ke dalam air mendidih itu, sesungguhnya engkau di pihak yang benar.”

Mendengar hal tersebut, akhirnya Masyithah bertambah yakin akan keimanannya. Hatinya menjadi tentram dan semakin yakin untuk bertemu dengan Tuhannya, Tuhan yang sesungguhnya.

Akhirnya, dengan tenang hati, Masyithah pun secara sukarela mendekati api unggun besar itu, dan masuk ke dalam air mendidih itu bersama putra bungsunya yang masih kecil..
Inna lillahi wa inna ilaihi raajii’uun…


Di sanalah keempat jasad manusia suci itu berkumpul. Di sanalah kemuliaan dipertahankan. Di sanalah sebuah pengorbanan untuk terwujudnya sebuah keimanan yang tinggi ditunjukkan dengan lantang. Di sanalah kezaliman penguasa dihinakan. Masyithah syahid bersama suami dan kedua anaknya. Syahid menghadapi panasnya air mendidih. Syahid dalam menghadapi kezaliman penguasa….

Ya Allah, Kami mohon pada-Mu, kebaikan yg diminta oleh hamba-hamba-Mu yang sholeh.
ya Allah, lindungilah saudara-saudara kami kaum muslimin rohingya di myanmar ..
ya Allah berikanlah syahid kepada yang terkorban, tinggikanlah derajatnya, hapuskanlah dosanya, bebaskanlah daripada api neraka, lapangkan kuburnya dan tempatkanlah di tempat terindah di syurga..
ya Allah, kepada yang masih hidup berikanlah keistiqomahan , berikanlah kesabaran kepada mereka, berikanlah pahala atas apa yang menimpa mereka dan berikanlah balasan dengan yang lebih baik dari semuanya…

hanya Engkau lah sebaik-baik pelindung
sesungguhnya Engkau Dzat yang Maha Perkasa lagi Maha Pelindung



Istriku Menulis di atas PASIR dan BATU


Sahabat Hikmah...

Ada sebuah kisah tentang sepasang suami istri yang sedang berjalan melintasi gurun pasir. Di tengah perjalanan, mereka bertengkar dan suaminya menghardik istrinya dengan sangat keras. Istri yang kena hardik, merasa sakit hati, tapi tanpa berkata-kata, dia menulis di atas pasir : HARI INI SUAMIKU MENYAKITI HATIKU.

Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis dimana mereka memutuskan untuk mandi. Si Istri, mencoba berenang namun nyaris tenggelam dan berhasil diselamatkan suaminya. Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya hilang dia menulis di sebuah batu : HARI INI SUAMIKU YG BAIK MENYELAMATKAN NYAWAKU.

Suami bertanya : “Kenapa setelah saya melukai hatimu, kamu menulisnya di atas pasir dan sekarang kamu menulis di atas batu ?”

Istrinya sambil tersenyum menjawab : “Ketika hal buruk terjadi, kita harus menulisnya di atas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan itu dan aku bisa melupakannya... Dan bila sesuatu yang baik dan luar biasa diperbuat suamiku, aku harus memahatnya di atas batu hatiku, agar tidak bisa hilang tertiup angin waktu dan akan kuingat selamanya."

Sahabat Hikmah...
Dalam hidup ini sering timbul beda pendapat dan konflik karena sudut pandang yang berbeda. Terkadang malah sangat menyakitkan, oleh karenanya cobalah untuk saling memaafkan dan melupakan masalah yang lalu. Yang terpenting dari pelajaran ϑî atas, adalah :

"Belajarlah untuk selalu BISA MENULIS DI ATAS PASIR untuk semua hal yang MENYAKITKAN dan selalu MENGUKIR DI ATAS BATU untuk semua KEBAIKAN ...."

Semoga kita semua mengerti betapa berharganya sebuah "KELUARGA”.

(Kiriman dari teman)



TAQWA


Assalamualaikum...

Bahawasanya orang-orang yang mempunyai hati yang bersih suci dan pemikiran yang lurus sihat meyakini bahawa mereka sekalian akan diberi balasan terhadap amal yang mereka kerjakan dan mereka akan menuai hasil tanaman yang mereka bercucuk-tanam. Jika perbuatan baik yang mereka lakukan, maka balasan baiklah yang akan mereka terima. Jika amal bakti yang mereka kemukakan, maka pahalalah yang akan mereka perolehi. Demikian pula sebaliknya, jika perbuatan jahat yang mereka kemukakan, maka balasan siksalah yang akan mereka tempuhi kelak.

Bagi orang-orang yang melangkah dan menjalani jalan menuju Allah, alangkah bahagianya hidup mereka. Di dunia lagi mereka telah pun merasai hembusan bayu syurga. Firman Allah swt: "Dialah yang menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah sedia ada)." [QS Al Fath : 4]

"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: 'Tuhan kami ialah Allah', kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): 'Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih, dan bergembiralah dengan syurga yang telah dijanjikan Allah kepadamu.'" [QS Fushshilat : 30]

Dalam sebuah hadith, Rasulullah s.a.w. bersabda: "Apabila Allah kasih kepada seorang hamba, maka Ia memanggil Jibrael dan memberitahu kepadanya: 'Allah telah kasih kepada fulan, maka kasihlah engkau kepadanya.' Kemudian diumumkan kepada sekalian ahli langit: 'Sesungguhnya Allah kasih kepada fulan maka kasihlah kamu sekalian kepadanya', dan setelah dikasihi penghuni langit, diberinya kejayaan pada orang bumi." (HR Bukhari, Muslim)


Alangkah indahnya saat tatkala Allah swt berfirman kepada kita: "Wahai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diredhai~Nya. Maka masuklah ke dalam jemaah hamba-hamba~Ku. Dan masuklah ke dalam syurgaKu." [QS Al Fajr : 27-30]

Itulah pembalasan nikmat yang dikurniakan Allah kepada orang-orang yang teguh pendirian di dalam perjalanan menuju~Nya. Bagi orang-orang yang enggan memilih jalan itu sebaliknya mengambil jalan menuju kehancuran, kelak mereka akan menyesal. Allah menggambarkan keadaan mereka di saat itu dengan firman~Nya: "Dan (alangkah ngerinya) jika sekiranya kamu melihat ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan Tuhannya, (mereka berkata): 'Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal saleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin.'" [QS As Sajdah : 12]

Betapa ruginya mereka disebabkan hanya menyesal ketika tidak ada gunanya penyesalan. Merugilah hidup mereka di hari yang tidak berguna taubat mereka. Azab yang paling ringan yang ditimpakan kepada mereka, sebagaimana yang disabdakan oleh Rasulullah s.a.w. ialah: "Seringan-ringan siksa ahli neraka pada hari kiamat ialah orang yang diletakkan di bawah tumitnya bara api yang akan mendidihkan otaknya. Sedang ia merasa tiada seorang pun yang lebih siksa daripadanya, padahal itu adalah siksa yang paling ringan." [HR Bukhari, Muslim]

Lantaran itu marilah kita sama-sama membukakan hati dan pendengaran kita untuk mendengar seruan kepada Allah. Hidupkanlah malam-malam Ramadhan terakhir dengan beramal soleh sebelum ia pergi meninggalkan kita semua. Moga-moga kita sedar dari kelalaian dan terjaga dari tidur, lalu segera untuk beramal bakti agar terselamat dari bencana-bencana di hari kemudian. Firman Allah swt: "Tiap-tiap diri akan merasai mati. Sesungguhnya akan disempurnakan pahala kamu pada hari kiamat. Barangsiapa yang terjauh daripada neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, sesungguhnya menanglah ia." [QS Ali Imran : 185]

Wallahu'alam..
perkongsian dari shbtku kak iman..

-Ustz A.Razak

surah Al-imran:185

Ketahuilah, jannah Allah subhanahu wata’ala situ diraih dengan usaha yang sungguh-sungguh dalam beramal. Jannah itu disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa yang mereka tahu sesungguhnya hidup di dunia ini hanyalah sementara. mereka merasa bahwa gemerlapnya kehidupan dunia ini akan menipu umat manusia dan mengheret mereka kepada kehidupan yang sengsara di negeri akhirat selamanya. Allah subhanahu wata’ala berfirman:

وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ

“Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (Ali ‘Imran: 185)

tahukah kita?? islam itu ADIL..:)


Pahala buat Muslimah

بسم الله الرحمن الرحيم

Ketika dalam Kuliah Fiqh seorang bertanya kepada Guru yang sedang menyampaikan ilmu,
"Ya Ustaz, ketika seorang wanita sudah didatangi haid di dalam bulan Ramadhan, apakah ada amalan yang membolehkannya menyamai pahala orang berpuasa di bulan Ramadhan sepanjang dia tak boleh melakukan ibadah puasa dan ibadah fardhu yang lain?"

Guru itu menjawab, "Saudara, kalau kita mahu pahala puasa yang Allah SWT janjikan, maka antara caranya ialah dengan memberi makanan untuk orang lain berbuka puasa. Ini boleh dilakukan dengan menjemput mereka untuk berbuka atau menghantar makanan terhadap mereka. Kalaulah yang diundang tersebut orang sholeh, maka lebih utama lagi kerana nanti kita akan diberi pahala puasa seumpama pahala orang sholeh tersebut."

Dalam hadits ada dinyatakan bahawa daripada Zaid bin Khalid al-Juhhani r.a,. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

مَنْ فَطَّرَ صَائِماً كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْءٌ
[
رَوَاهُ التِّرمِذِيُّ ]

Bermaksud, “Barangsiapa yang memberi makanan berbuka bagi orang yang berpuasa, maka baginya pahala yang seperti orang yang berpuasa tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut sedikit pun.” [ HR. At Tirmidzi ]

Selain mendapat ganjaran pahala yang banyak, Malaikat akan mendoakan rahmat buat orang yang menjamu orang berbuka puasa. Ini disebutkan oleh Nabi s.a.w. dalam satu doa beliau, “Orang yang berpuasa telah berbuka di sisi kalian, makanan kalian telah di makan oleh orang-orang yang baik. Kalian telah dipohoni rahmat oleh Malaikat.” [Sahih Sunan Abu Dawud]



Muslimahku, janganlah kalian merasa sedih kerana tidak boleh berpuasa atas fitrah kejadian kalian. Allah telah menetapkan gandaan pahala kepada semua hambanya yang beriman. Tetaplah diri kalian dalam menghormati bulan Ramadhan dengan meninggalkan makan dan minum di siang hari walaupun kalian tidak boleh berpuasa serta gunakan rezeki yang ada dengan memberi makan kepada orang yang berpuasa di sekeliling kalian biarpun ianya hanya sebiji kurma. Pasti kalian beroleh pahala seperti orang berpuasa seperti yang Nabi s.a.w. sebut dalam haditsnya di atas.

Wahai temanku sekalian, rebutlah peluang keemasan ini untuk meraih keredhaan Allah SWT, mudah-mudahan kalian menjadi orang yang bertakwa..aamiin

dari hati pena menaip..


bahagia itu ma'nawi..
juga bersifat rohaniah..
rasa senang bukan bhgia..
sekalipun ia berharta..
kerna smua itu bersifat lahiriah..
ia bukan hakikat bahagia..

subhanAllah!! Dalam ertinya... ramai antara kita merasa bahgia dengan harta,kemewahan,kekayaan,wanita,kereta mewah dan sebagainya. Tapi,sejauh mana kemewahan itu mampu memberikan kebahgiaan kepada mereka jika mereka melupakan Ilahi?? Menjauhi Ilahi?? Bahgia bagi setiap hamba itu sejujurnya bilamana dia berada dalam dakapan kasih Ilahi. Sentiasa di jalan Ilahi dan dalam keberkahan Ilahi. Itulah bahgia yang akan kekal.. InsyaAllah! Hanya kembali kepada Ilahi dan Islam, kita akan temui bahgia sebenar. Benar atau tidak, bila kita ada masalah, kita pasti sujud padaNya. Dan tika itu bebanan yang ditanggung merasa kurang dan bahgia dating dengan sendiri. Tapi berbeza bila kita ada masalah, tapi kita mendekati kekayaan. Kerna ianya hanya sementara. Dan kekayaan itu pasti merosot. Tidak macam kasih sayang Ilahi. Semakin kita mendekati,semakin kita tagih.. semakin banyak dan dalam cintaNya buat kita.

Ya Allah,berkat bulan ini,kami mohon padaMu Ya Allah,agar Engkau mengampunkan dosa-dosa kami yang dahulu dan yang akan datang..aamiin...

Ramadhan! subhanAllah! Hampir menutup tirainya. Esok bermulalah 10 malam terakhir ramadhan.. sekajap masa berlalu. Tanpa seminit berhenti. Allahuakbar! Bagaimanakah kita mengatur waktu kita? Apakah kita termasuk dalam golongan yang rugi?? Ya Allah, jauhi kami dari golongan yang rugi.. dan jadikan tiap waktu kami, waktu yang diberkati.. usia yang diberkahi..aamin..

Duhai hati, janganlah terkorban dengan DUNIA. Hidup hati sebenarnya untuk mencari mati yang sempurna.

Bila dalam hati itu hanya DUNIA bersemi.. bila dalam fikiran itu hanya DUNIA yang diingati.. bila dalam cinta itu hanya DUNIA dicintai.. maka tika itu jauhlah kita dari Ilahi.. dunia ini penuh dengan pesonanya.. yang lalai,alpa..pasti tersesat.. ya Allah,jauhi kami dari kelalaian,kealpaan,dan kepapaan iman..aamiin..

Life is too short to waste time HATING anyone.

Dalam kembara dunia, pasti aja kita berjumpa dengan pelbagai karenah manusia! Ketahuilah, sesungguhnya kita adalah ujian buat mereka dan mereka merupakan ujian buat kita. Hadapilah dengan ketenangan,bukan keegooan.. manusia ini punya pelbagai sifat, tapi yakini, sesungguhnya manusia itu baik awalnya. Cuma kerna bisikan syaitan durjana, kelemahan iman dan kuanya nafsu, fitrah manusia yang baik itu menjadi suram dan hampa. Maafkan khilaf manusia, insyaAllah, manusia lain akan memaafkan khilaf kita.. bukan waktunya kita menyemai kebencian dalam diri kita. Kerna kita tdk punya waktu untuk itu. Kematian kita memerlukan kemaafan dari manusia, keredhoaan dari manusia, begitu juga dengan manusia lain. Jadi,mengapa harus menyakitkan diri, merosakkan hati?? Maafkan tiap khilaf mereka, dan diri kita akan sentiasa dirahmati! insyaAllah!


When you wake up in the morning, do not expect to live until evening...

Kata orang “ ajal, maut, jodoh dna pertemuan di tangan Allah” itulah yang dimaksudkan untuk sebaris ayat di atas. Kita tidak ketahui bila kematian datang menjemput kita. Benar, kita bangun tidur, kita dah mendapat satu nikmat dari Ilahi. Iaitu kehidupan. Tapi apakah kita yakin kehidupan hari ini akan tamat sehingga malam? Atau berhenti di pertengahan perjalanan kita?? Wallahua’lam. Semua tidak mengetahui bila dia akan mati. Cuma yang kita tahu hanyalah waktu kelahiran kita. Benarlah yang berkata “ kita hanya tau berapa lama kita hidup, tapi tidak kita ketahui berapa lama lagi jangka masa untuk kita menikmati hidup!” Allahuakbar! Tapi berapa ramai ya yang mempunyai fikiran dan pandangan sejauh ini? Ramai yang mengejar apa yang mereka nampak. Tapi tak ramai persiapkan sesuatu yang tidak mereka nampak, tapi perkara itu sebenarnya  yang semakin hampir kepada mereka! subhanAllah!

KEIMANAN menghapuskan keresahan, dan melenyapkan kebimbangan. keimanan adalah kesenangan yang diburu oleh orang-orang yang bertauhid dan hiburan bagi ahli ibadah.

Iman! Nikmat yang paling berharga buat kita sebagai hamba. Bila iman kita baik, insyaAllah, ketoatan kita pada Ilahi, ibadah kita, sentiasa terjaga. Tapi bila rosak iman kita,kehidupan kita ibarat bangunan yang menunggu waktu untuk runtuh. Jadi, binalah bangunan dengan sebaiknya agar tidak runtuh dan hancur dim amah dunia..

Siapakah kita telah jadi hari ini, dan siapakah kita akan jadi pada hari esok.? Muhasabah diri....

Semulia mana kita dipandang sekarang, belum tentu kematian kita dalam kemuliaan. Kerna iman kita tidak tetap. Jadi, janganlah kita memandang rendah terhadap orang jahil yang melakukan khilaf. Tapi peringatkan kepada diri yang punya ilmu di dada agar tidak terjatuh ke kancah kemaksiatan.kerna manusia yang punya ilmu, bila dia melakukan maksiat walau SEKALI, lebih terlihat hina berbanding manusia yang berbuat maksiat 1000 tahun dengan kekosongan ilmu di dada..fikirkanlah.. hanya Allah yang mampu menilai manusia. Bukan manusia itu! Kerna manusia itu hanyalah sebagai HAMBA..

Allah adalah KEKUATAN. Untuk mencari kekuatan, carilah Allah...(*.*)

Kita hamba.. dan seorang hamba itu memang tercipta dengan pelbagai kelemahan. Dari situ, manusia akan mencari tempat bergantung. Kepada siapa mereka harus mencari kebergantungan itu?? Hanyalah pada ILAHI. Kerna Dia punya segalanya.. dan DIA mengetahui segalanya...:)


Wednesday, August 1, 2012

ya Rasululah...


duhai Muhammad saw....
dimanakah aku yang kerdil ini Engkau letakkan??
apakah aku ini termasuk dlm golongan yang mendapat syafaatmu??
apakah aku bakal menjadi umat bertuah??
subhanAllah..
sesungguhnya banyak khilaf yang terlanjur aku lakukan..
terlalu banyak kedhoifan diri kerdil ini
di mana aku ya Rasulullah...pada pandanganmu??
layakkah aku mendekatimu??
layakkah aku mneghampirimu??
cukupkan ibadah ku selama ini??
apakah sepenuhnya sunnah mu aku ikuti..
Allahuakbar...
sesungguhnya,
aku masih mencari diri ini..
ya Rasulullah..
terimalah insan dhoif ini sbg umatmu..