"I am a traveler seeking the truth, a human searching for the meaning of humanity and a citizen seeking dignity, freedom, stability and welfare under the shade of Islam. I am a free women who is aware of the purpose of his existence and who proclaims: “Truly, my prayer and my sacrifice, my living and my dying are all for Allah, the Lord of the worlds; no partner has He. This, am I commanded and I am of those who submit to His Will.” This is who I am.
muqaddimah
"Allah (sentiasa) hendak meringankan (beban hukumnya) daripada kamu, kerana manusia itu dijadikan berkeadaan lemah" (Surah An-Nisa:28)
flower
Monday, November 7, 2011
fikir sejenak...
mulut sentiasa berbicara tentang cintakan ILLAHI,
namun hati sibuk mencari cinta pujaan hati.
suara lantang menegakkan kebenaran,namun
jiwa ingin merasai nikmat percintaan yang tidak diabaikan.
munajat mengalir di ruang lidah,namun jasad tak kuat nak bermujahadah.
namun hati sibuk mencari cinta pujaan hati.
suara lantang menegakkan kebenaran,namun
jiwa ingin merasai nikmat percintaan yang tidak diabaikan.
munajat mengalir di ruang lidah,namun jasad tak kuat nak bermujahadah.
kita bilang sayangkan DIA,tapi hakikatnya,
si dia tetap pertama di sanubari kita.kita janji dalam solat yang
hidup dan mati kita hanya untukNYA tapi usaha kita lebih ke arah
mengejar cinta si dia.
si dia tetap pertama di sanubari kita.kita janji dalam solat yang
hidup dan mati kita hanya untukNYA tapi usaha kita lebih ke arah
mengejar cinta si dia.
kita impikan Syurga namun jalan ke Neraka yang memenuhi langkah kita.
adakah kita letakkan DIA hanya di bibir tanpa membuktikannya??
kerana dia,kita pinggirkan DIA.
Adakah DIA berpuas hati??tepuk dada, tanya iman kita yang masih berbisa..
Adakah DIA berpuas hati??tepuk dada, tanya iman kita yang masih berbisa..
Allahuakbar..:'(
Saturday, November 5, 2011
nurkilan-wahai muslimah
Bismillah.
Wahai muslimah,
Wahai muslimah,
janganlah
kalian menjadi penyabab datangnya kerusakan dan fitnah di muka bumi, yakni
dengan kalian mendedahkan aurat.
Wahai muslimah,
Wahai muslimah,
janganlah
kalian halalkan aurat kalian untuk dilihat lelaki yang tidak dihalalkan untuk
kalian.
Wahai muslimah,
Wahai muslimah,
hiasilah
diri kalian dengan akhlaqul karimah (akhlaq mulia),
jangan
kalian lakukan perbuatan yang mana perbuatan tersebut bisa menjatuhkan diri
kalian kepada kehinaan seperti berkhalwat iaitu berduaan dengan lelaki yang bukan mahram, berboncengan satu motor
atau satu kereta dengan lelaki yang bukan mahram. Itu semua bisa menjatuhkan
harga diri dan kehormatanmu.
Wahai muslimah,
Wahai muslimah,
sibukkanlah
diri kalian dengan menuntut ilmu agama kerna ilmu agama adalah pelita yang akan
menerangi jalan hidupmu.
Wahai muslimah,
Wahai muslimah,
bertaqwalah
kepada Allah dan bersabarlah, serta ingatlah apa yang telah disabdakan oleh Rasulullah
s.a.w. bahwa kebanyakan penghuni neraka adalah dari kaum wanita. Maka janganlah
kalian menjerumuskan diri kalian kedalam neraka. Semoga nurkilan ini bermanfaat
bagi kita semua. Ameen...
Friday, November 4, 2011
kisah 2 wali..
suatu kisah yang diceritakan buat diri ini. dan kini, perkongsiannya akan diri ini kongsikan bersama sahabat yang lain..ksah ni brlaku di negeri zabid,yaman..n ksah ini diantara syeikh ibrohim
chaparthi dgn syeikh mukri(salah stu qodhi yg hnyalah mmegang hukum
syariat sahaja di ngri zabid)dn kdua-duanya wali..
Pada suatu hari,safi syeikh ibrohim dicuri oleh sorg pncuri di ngri itu,dn syeikh ibrhm tlah mengetahui pncuri itu,lalu syeik ibrohim mmbawa pncuri brjumpa dgn qodhi(syeikh mukri),lalu syeikh ibrohim berkata kpda qodhi.."wahai qodhi,safi sya dicuri dn ini pncurinya"syeikh mukri brkata"mana saksinya"lalu syeikh ibrohim brkata kpda safi yg dicuri pncuri td"wahai safi,katakanlah kpda qodhi bhwasanya akulah tuanmu"lalu safi itu pun brkata"dialah tuanku"lalu syeikh mukri pun brkata"aku hnya menerima saksi manusia sahaja"syeikh ibrohim brkata"wahai tuhanku tenggelamkanlah qodhi ini ke dlm tanah,krna dia tdak mau mmpercayai satu keajaiban yg kau berikan kpda safi tdi"lalu tanah pun menelan qodhi tdi,syeikh ibrohim pon brtanya kpda qodhi"kamu mau percaya atau tidak?"syeikh mukri pun brkata"tidak"syeikh ibrohim brkta"wahai tanah,kau tenggelamkn lgi qodhi ini"lalu tnah pun menenggelamkn qodhi itu,hggalah ke paras leher,lalu syeikh mukri berkata"syari'atak Ya Rasulullah" ertinya:syariat engkau wahai Rasulullah,lalu tanah pun menyembur kembali qodhi ke muka bumi,..sampai dsni shja certa tntg k2 wali tdi,lalu pncuri tdi lari sewaktu prgaduhan diantara 2 wali tdi,dn tidak ada hukuman atasnya,krna hukuman tidak boleh dibuat melainkan ketua2 di tempat itu..kesimpulan disni ialah..Haruslah pintar dlam membuat satu hukum"...
Pada suatu hari,safi syeikh ibrohim dicuri oleh sorg pncuri di ngri itu,dn syeikh ibrhm tlah mengetahui pncuri itu,lalu syeik ibrohim mmbawa pncuri brjumpa dgn qodhi(syeikh mukri),lalu syeikh ibrohim berkata kpda qodhi.."wahai qodhi,safi sya dicuri dn ini pncurinya"syeikh mukri brkata"mana saksinya"lalu syeikh ibrohim brkata kpda safi yg dicuri pncuri td"wahai safi,katakanlah kpda qodhi bhwasanya akulah tuanmu"lalu safi itu pun brkata"dialah tuanku"lalu syeikh mukri pun brkata"aku hnya menerima saksi manusia sahaja"syeikh ibrohim brkata"wahai tuhanku tenggelamkanlah qodhi ini ke dlm tanah,krna dia tdak mau mmpercayai satu keajaiban yg kau berikan kpda safi tdi"lalu tanah pun menelan qodhi tdi,syeikh ibrohim pon brtanya kpda qodhi"kamu mau percaya atau tidak?"syeikh mukri pun brkata"tidak"syeikh ibrohim brkta"wahai tanah,kau tenggelamkn lgi qodhi ini"lalu tnah pun menenggelamkn qodhi itu,hggalah ke paras leher,lalu syeikh mukri berkata"syari'atak Ya Rasulullah" ertinya:syariat engkau wahai Rasulullah,lalu tanah pun menyembur kembali qodhi ke muka bumi,..sampai dsni shja certa tntg k2 wali tdi,lalu pncuri tdi lari sewaktu prgaduhan diantara 2 wali tdi,dn tidak ada hukuman atasnya,krna hukuman tidak boleh dibuat melainkan ketua2 di tempat itu..kesimpulan disni ialah..Haruslah pintar dlam membuat satu hukum"...
Thursday, November 3, 2011
sulit perjalanan ini..
masa berjalan dengan pantas, bila kenangkan masa lalu, berderai air mata. segala kesakitan, keperitan, kesusahan yang dihadapi, kini aku di sini. walau lemah, tiada tenaga untuk menapak, namun, wajah bonda dan ayahanda menguatkan kekuatan aku terus berjuang. segala kesengsaraan ku pendam. sebaris keluhan kata tidak tegar untuk aku ungkapkan kepada mereka. aku tahu, mereka 1000 kali perit, lelah untuk membesarkan aku. tiap masa, tiap saat, aku mengingatkan mereka. jatuh dan bangun aku, pasti mereka yang lebih risau terdahulu. jatuh aku, tangisan yang mereka sembunyikan. namun, sejauh mana mereka sembunyikan tangisan itu, walau dalam hati sekalipun, diri ini masih bisa menghidu tangisan ini, mendengar esakkan itu. tika aku bangun, senyuman yang terukir di wajah mereka membuatkan hati ini tenang dan bahagia. segala kepenatan,keperitan hilang dengan sekelip mata. kerna itu yang ingin ku lihat. senyuman, gelak tawa mereka..yang menjadi penawar dan ubat ats segala kesengsaraan yang aku rasakan selama ini.
duhai bonda dan ayahanda, lahirnya diri ini, terciptanya diri ini untuk kalian, bermula saat itu,detik itu, bermulalah tanggungjawabku kepada kalian dan tanggungjawab kalian kepadaku.. sungguh! segala pertanggungjawaban yang kalian perlu laksanakan telah pun kalian laksanakan. dengan baiknya! dengan jayanya.!kini, aku di sini, mengambil tugas dan tanggungjawabku untuk terus berbakti terhadap kalian. namun mampukah aku melaksanakan sebaik yg kalian lakukan terhadapku??Allahuakbar! maafkan anakanda..tiada jawapan yang bisa ku jawab. doa dari kalian menjadi alat bantuan buat diri ini berjaya.
wahai bonda dan ayahanda,
cinta dan kasih sayangku terhadap kalian akan membawaku seperti yang kalian impikan. cuma diri ini mohon untuk kalian menantikan sedikit lagi waktu buatku membuktikannya..
sepiku,senyapku, bukan untuk menjauhkan diri dari kalian, tapi tidak tegar untuk aku berdepan dengan kalian, sakit peningku, bukan niatku untuk membelakangi kalian dengan mendiamkannya, tapi, kerisauan kalian buat diri ini semakin bersalah..terasa dihukum..ampuniku andai perilaku ku tidak seperti yang kalian impikan. walau siapa diri ini, aku tetap aku..anakmu...
duhai bonda dan ayahanda, lahirnya diri ini, terciptanya diri ini untuk kalian, bermula saat itu,detik itu, bermulalah tanggungjawabku kepada kalian dan tanggungjawab kalian kepadaku.. sungguh! segala pertanggungjawaban yang kalian perlu laksanakan telah pun kalian laksanakan. dengan baiknya! dengan jayanya.!kini, aku di sini, mengambil tugas dan tanggungjawabku untuk terus berbakti terhadap kalian. namun mampukah aku melaksanakan sebaik yg kalian lakukan terhadapku??Allahuakbar! maafkan anakanda..tiada jawapan yang bisa ku jawab. doa dari kalian menjadi alat bantuan buat diri ini berjaya.
wahai bonda dan ayahanda,
cinta dan kasih sayangku terhadap kalian akan membawaku seperti yang kalian impikan. cuma diri ini mohon untuk kalian menantikan sedikit lagi waktu buatku membuktikannya..
sepiku,senyapku, bukan untuk menjauhkan diri dari kalian, tapi tidak tegar untuk aku berdepan dengan kalian, sakit peningku, bukan niatku untuk membelakangi kalian dengan mendiamkannya, tapi, kerisauan kalian buat diri ini semakin bersalah..terasa dihukum..ampuniku andai perilaku ku tidak seperti yang kalian impikan. walau siapa diri ini, aku tetap aku..anakmu...
Wednesday, November 2, 2011
its me!!
Alhamdulillah. Selama 20 tahun sudah Allah memberikan
kesempatan untuk diri ini hidup. Kehidupan yang sempurna! Miliki keluarga,
sahabat dan agama! Sedar atau tak, ke mana kita pergi, pasti kita disediakan
dengan undang-undang. Segalanya bertujuan untuk menjaga keharmonian. Dan islam
juga ada undang-undangnya, iaitu syariat. Hidup, jika tiada rules, tiada
gunanya. Peraturan yang mendisplinkan kita, dan membezakan kita dengan
binatang. Dengan peraturan kita lebih teratur dan kehidupan lebih baik. Peraturan
mendidik kita menjadi seorang yanag berguna. Hidup ini mudah. Kita hanya perlu
megikut ketetapan yang diberikan kepada kita. “jangan menjadi musuh bagi undang2
kerna kita akan berhadapan dgn undang2” . itulah kenyataan nya. Jika kita
melanggar undang2, kita akan didakwa dengan berpandukan undang2 yang telah
ditetapkan. Oleh itu, “jadi sahabat kpd undang2, dengan itu, kita akan ditakuti
dan dihormati”.
Pengalaman mendewasakan ku. Dan pengalaman juga perubahan
guru terbaik ku. Setiap yang berlaku ke atas ku pasti memberikan kesan
kepadaku. Walau sepahit mana pun pengalaman yang ku timba, segalanya tidak
bisa berlaku tanpa izinNya. Oleh itu, hati ini dibuka untuk menerima segala
dugaanNya. Kerna “tidak Dia uji ku tanpa sebab” dan “Dia tidak akan uji sesuatu
yang tidak mampu aku tanggung”. Kehidupan itu terkadang menakjubkan! Kerana apa
yang kita fikirkan, itu yang akan berlaku. Sebagai contoh, jika kita merupakan
seorang yang suka berfikir positif, hanya perkara positif yang akan berlaku
kepada kita. Manakala bila kita hanya memikirkan negatif, ianya akan menjadi
realiti. Kita adalah apa yang kita fikirkan. Mulai sekarang, cuba menjadi
seorang yang positif, kerana ianya akan memberikan kesan kepada kita. Tiada
yang mustahil. Cuba lihat segala hal dan yang berlaku itu dari sudut positif,
hati kita akan lebih tenang dan damai. Perkara postif akan lebih banyak berlaku
dalam kehidupan kita. Jadi, pupuk dan bentuk diri untuk menjadi seorang yang
positif. insyaAllah, kita akan berhadapan dengan perkara positif.
Apa-apa pun, percayakan diri dan Ilahi.... dengan itu, kita
akan menjadi lebih yakin...
A.N.A.K
Hari semakin hari, manusia semakin
buruk perilakunya. Dan yang paling mengecewakan, 2 orang anak bawah umur yang
berusia 7 dan 8 tahun terlibat dengan kes pecah rumah. Sebanyak 24 buah rumah
yang menjadi mangsa kedua kanak-kanak itu. Selain itu, seorang gadis yang
berusia 14 tahun sanggup mengadaikan maruahnya dengan seorang lelaki yang baru
dikenalinya dalam waktu 3 jam. Kelakuan itu amat memalukan. Ini kerna pasangan
yang terlibat beragama islam dan berbangsa melayu. Allahuakbar! Terlalu lemah
iman umat-umat akhir zaman. Ya Allah, lindungi aku dan kaum kerabat aku dari
kealpaan duniawi.
Oleh kerana terlalu banyak
lambakkan kisah yang memalukan ini, WHI mengambil kesempatan untuk
membincangkan tentang perkara ini. Selama 30 minit perbincangan isu berkaitan
kaedah mendidik anak. Adakah secara tegas atau lembut. Secara peribadi, diri
ini ingin berkongsi pendapat.
Pertamanya, walau apa yang kita
ingin lakukan, hendaklah kembali kepada agama yang kita pegang. Sebagai seorang
islaml, Allah memberikan al-Quran dan hadis sebagai rujukan buat kita. Apa-apa
pun, kita harus merujuk kedua kita ini. kerana segalanya telah lengkap.
Sempurna. Islam itu syumul dan universal. Jadi jangan kita membelakangkan kedua
kitab ini yang sememangnya berguna kepada kita.
Bagi pihak ibu bapa. Umum ketahui,
anak itu diibaratkan seperti kain putih yang tiada kotor. Miliki hati yang
bersih. Dan mudah terpengaruh dengan persekitaran. Ibu bapa mengambil tempat
untuk mencorak anak itu. Menunjukkan jalan yang baik buat mereka untuk mengikutnya.
Jika dari kecil, ibu bapa menunjukkan perkara negative, maka anak itu akan
terdedah dengan perkara negative. Waktu kecil, ibu bapa merupakan cermin
anak-anak. Jadi, ambil kesempatan itu untuk mendidik mereka dan membentuk
mereka sebaik mungkin. Bahkan, dari mereka dalam perut lagi, ibu bapa harus
menjaga perilaku. Kerna secara tak langsung, sikap orang tua akan diwarisi oleh
anak mereka. Jadi, mereka tidak bisa melepaskan kesalahan pada anak kerna apa
yang berlaku pada anak, itu sebenarnya datang dari orang tua mereka.
Rasulullah telah mengajar umatnya.
Yang mana “mendidik anak, hendaklah mengikut waktu di mana anak itu membesar”.
Di sini, kita perlu tekankan, jangan mendidik anak-anak seperti mana kita di
didik dahulu kala. Ini akan mengakibatkan masalah yang lebih parah. Anak-anak
didedahkan dengan teknologi, tapi orang tua menghalang untuk mereka membesar
dengan dunia hari ini. jadi selama mana anak-anak ini mampu tahan? Adakah
setelah orang tua meninggal, mereka akan lebih mudah untuk hidup? Jika dari
kecil mereka tidak di dedahkan dengan dunia sebenar, bagaimana mereka harus
mulakan kehidupan setelah pemergian orang tua mereka? Adakah mereka harus
menapak untuk hidup seperti waktu mula-mula mereka lahir ke bumi?
Mendidik anak itu perlu
kreativiti. Perlu bijak. Yang mana, kita mendidik biarlah bersesuai dengan
dunia semasa. Yang penting, ilmu agama itu perlu diberikan sebanyak mungkin
agar, di mana mereka pergi, mereka dapat menjaga diri dan iman mereka. Agar,
dunia luar yang begitu membahayakan dapat mereka hadapi dengan sebaiknya. Pokok
pangkal, kembali pada agama. Allah sendiri ada berfirman “ jika kita menjaga
agama kita, Allah akan menjaga kita”. Oleh kerana itu, ibu bapa harus
memberikan ilmu agama yang sebaiknya buat anak-anak.
Bagi kaedah atau cara didikan.
Islam telah mengariskan atau menunjukkan cara didikan yang terbaik untuk
anak-anak. Di mana, bila mereka masih kecil, kita hendaklah menjadi contoh
terbaik. Seperti yang saya katakana di atas tadi, waktu kecil, ibu bapa menjadi
cermin bagi anak-anak. Apa yang dibu bapa tonjolkan, itu yang mereka akan ikut.
Dan jangan pernah salahkan mereka andai waktu kecil mereka bersikap buruk
kerana semuanya datang dari persekitaran mereka. Siapa yang bertanggungjawab
menyediakan persekitaran yang baik buat anak-anak? Ibu bapa jawapannya! Jadi,
sedarlah, lihat dan cermin diri kita sebelum kita ingin anak kita menjadikan
kita sebagai cermin mereka.
Waktu kecil, waktu yang sesuai
untuk mendidik anak. Bak kata pepatah “melentur buluh biarlah dari rebungnya”.
Begitu jua dengan mendidik anak. Waktu yang ada perlu digunakan sebaik mungkin.
Luangkan masa dengan anak-anak. Bermain dengan mereka. Agar mereka selesa
dengan kita dan dari situ, kita boleh mewujudkan hubungan kekeluargaan yang
erat. Dan bila mereka sudah mula
meningkat dewasa, kita perlu didik mereka untuk berdisplin. Di mana, setiap
kesilapan mereka, kita perlu menegur dengan sebaiknya. Dan memberitahu apa
kesilapan mereka dan apa hukuman yang mereka akan terima. Anak-anak rasional.
Mereka akan tanya apa kesilapan mereka sehingga mereka dihukum. Ibu bapa harus
bijak berkomunikasi dengan mereka. Agar mereka tidak salah faham. Didik mereka.
Tunjukkan apa harus mereka buat dan apa harus mereka jauhi. Dan bila mereka
sudah meningkat remaja. Kali ini, rakan menjadi cermin buat mereka. Tetapi,
bagi ibu bapa yang telah mendidik dan memberikan didikan agama sebaiknya,
insyaAllah, anak-anak akan selamat dengan masalah ini. mereka akan bijak
menilai. Kerana dari kecil mereka sudah di dedahkan dengan agama. Yang mana agama
itu punya syariat yang perlu dipatuhi. Dan jika mereka silap langkah, mereka
akan terima padahnya. Tapi malangnya, jika dari kecil mereka tidak didedahkan
dengan ilmu agama, mereka akan mudah terpengaruh dengan rakan sebaya. Di tambah
pula hubungan kekeluargaan terlalu renggang, terlambat buat ibu bapa untuk
mengubah kesilapan lampau. Kerana hubungan keluarga begitu jurang, mereka akan
memilih rakan sebaya yang mereka rasakan lebih memahami diri mereka. Oleh itu,
ibu bapa harus mengambil langkah dari awal. Agar tidak menyesal di masa akan
datang. Zaman remaja, anak-anak harus ibu bapa dekati. Menjadi sahabat kepada
anak-anak. Di mana waktu ini terlalu banyak benda baru yang didedahkan kepada
mereka. Yang penting, ingatkan mereka pada agama, syariat islam. Dekati dan
salami hati mereka. Dari situ, lebih mudah untuk ibu bapa melembutkan mereka.
Satu lagi kebaikkan. Di mana waktu kecil, ibu bapa sudah mula mengeratkan
hubunagn kekeluargaan, bila meningkat dewasa, mereka tidak akan melupakan
keluarga sepenuhnya. Masih ada ruang untuk ibu bapa ini mendekati mereka.
Mereka akan fikir di mana mereka punya keluarga yang faham mereka. Dan ibu bapa
lebih banyak mengetahui hati budi anak mereka. Mereka gunakan kebaikkan itu
dengan melembutkan hati anak mereka bersesuaian dengan perwatakkan anak mereka.
Waktu ini, buka waktu yang sesuai untuk mengkasari anak-anak. Kerna itu hanya
akan menyebabkan mereka menjadi seorang pemberontak. Tapi, dekati mereka.
Kenali hati budi mereka. Denga itu, ibu bapa akan tahu, kelemahan dan kebaikkan
anak mereka.
Sebagai remaja. Diri ini juga
tidak lari dari keinginan untuk mencuba suatu yang baru. Namun bila kita punya
pegangan dan ilmu agama yang baik, kita secara tak langsung akan menjadi
seorang remaja yang bijak. Bijak dalam membuat tiap tindakan. Di mana, kita
akan mengaji baik buruk suatu perkara. Jadi, untuk menjadi remaja yang bijak,
kita perlu miliki ilmu. Persekitaran banyak memberikan pengaruh dan kesan
kepada diri kita. Sebagai manusia pula, kita diberikan akal. Jadi, fikirlah
sebaiknya sebelum melakukan sesuatu. Jadilah manusia yang benar-benar manusia.
Yang mana tiap tindakannnya berpandukan iman dan bukan nafsu. Pemilihan kawan
itu penting. Jika kita seorang yang mudah terpengaruh, kita perlu bijak untuk
mencari kawan yang bisa menjadi petunjuk untuk kita. Membawa kita kebaikkan.
Kita lebih kenal diri kita.
Secara peribadinya. Diri ini ingin
berkongsi tentang pemilihan sahabat. Sejujurnya, diri ini lebih berminat untuk
bersahabat dengan sahabat-sahabat yang lebih berusia dari diri ini. yang sudah
berumah tangga. Kerna dengan mereka, banyak perkongsian yang dapat kita kongsi
dan terima dengan mereka. Dalam usia mereka, mereka bukan saja menjadi sahabat
kita, tapi sebagai kakak buat kita. Yang sentiasa memberikan peringatan buat
kita. Itulah yang ana pilih. Lebih berminat mendekati orang-orang sedemikian.
Mereka banyak mengajar kita tentang erti sebuah kehidupan. Kehidupan ini bukan
perlu dipandang sebagai ilmu dan pengalaman, bukan sebagai keseronokkan semata.
Jika kita memandangnya sebagai ilmu, kita akan berusaha untuk mencari seberapa
banyak ilmu. Dan jika kita memandangnya sebagai pengalaman, kita akan mencipta
pelbagai perkara baru untuk mendapatkan pengalaman. Dan mendekati orang-orang
yang miliki lebih banyak pengalaman berbanding kita. Namun, jika kita
memandangnya sebagai keseronokkan semata. Kita hanya akan melalaikan diri kita
dan masa kita, kita biarkan terbuang dengan perkara yang melaghakan.
Buka mata buka hati. Apa yang
berlaku pada kita adalah apa yang kita pilih. Jika kita memilih keseronokkan,
maka kita akan mendapatkan keseronokkan. Tapi, sedarlah sahabat, keseronokkan
di awal akan membawa kesengsaraan di akhirnya. Oleh itu, fikir sebaiknya untuk
masa hadapan. jangan biarkan kita menjadi raksasa belaan ibu dan ayah kita.
Yang mana raksasa, semakin besar, semakin tak berguna. Hanya mampu berdiam
tanpa mampu berbuat apa-apa. Yang mana hidup kita hanya dengan bantuan orang
tua dan belas kasihan Allah semata. Allah memberikan peluang dan ruang untuk
kita menimba ilmu, mencari pengalaman dan bekalan buat akhirat. Sedarlah akan
matlamat utama kita. Jangan menjadikan diri ini sebagai masalah untuk keluarga,
agama dan negara...jadikan diri ini sebagai penguat dalam keluarga, agama dan
negara. Jadi seorang yang berguna sesuai dengan penciptaan kita sebagai seorang
pemimpin...
Subscribe to:
Posts (Atom)