muqaddimah

"Allah (sentiasa) hendak meringankan (beban hukumnya) daripada kamu, kerana manusia itu dijadikan berkeadaan lemah" (Surah An-Nisa:28)

flower

Saturday, June 2, 2012

im back!!!!!^^

assalamualaikum!!!!!!!!wahai blog ku sayang..Allahuakbar!Allahuakbar!Allahuakbar!!
sudah lama tidak mengepost..dan itulah yg amat dirindui..perbagai perkara yang berlaku dalam kehidupan ini...namun..pada yang ku katakan pada diri ini..
wahai hati..kesakitan ini hanya untuk seketika..sakit dikau..kerna tarbiahNya..
luka dikau..sbg kifarah dosa kpdNya..
oleh itu..kuatlah dikau..dlm mendepani tarbiah ini..
moga redha Allah sentiasa bersama orang yang sabar...
aamiin..:)
dan...apa pun ynng berlaku...aku adalah pemilik nama NORAZURA ROZALI....:)
sesekali..hati ini berkata...'apakah pengakhiratan khidupanku akan berakhir dgn kebaikkan??Allahurabbi..:'(...'
dan tika itu pena pantas menulis ......
cinta padaNya yang lama terdampa sepi..hambar tanpa disedari..kini kembali meneruskan janji...Allahurabbi..tetepkan hati-hati kami untuk terus sujud dan tunduk padaMU..aamiin..:)
sesungguhnya.iman itu tdk tetap..dan akan berubah2..ingatlah..seandainya..iman itu lemah..jangan ditinggalkan terus sesuatu..tapi,buatlah apa yg termampu..agar..tidak terus layu....
sedarilah wahai diri dan shbt....ke mana pun kita,siapa pun kita..akhirnya..kpdNya kita kembali saat kita kesedihan,kesakitan,kesusahan..dan yang paling penting...saat AJAL menjemput kita...DIA....tiadak pernah jauh dari kita..
satu lagi keajaiban yang perlu kita sedar....."apa yang kita takut...segalanya..akan cuba kita jauhi..TAPI!!!!! ketakutan kita kepada Ilahi.....itu akan membawa kita semakin dekat dan erat kepadaNya!'
indah kan??itulah Dia...pemilik cinta sejati yang tidak pernah luntur..dan sntiasa wujud.!ALLAHUAKBAR!!!!!!!
sesungguhnya.. cinta untukMu mudah dijumpa namun sukar untuk dipelihara.. Allahurabbi....:'(
itulah realitinya. Terkadang bila kita berjumpa dengan cinta manusia,kita lupa yang selama ini, yang menghadirkan cinta itu...Allah..yang memerpyemukan kita dgnnya...Allah..yang membahagiakan kita dengn rasa cinta itu...Allah! jadi, kembalilah kpdNya..walau seindah mana pun cinta kita kpd sdi dia..namun, jangan dipudarkan cinta buat Allah! Kerna cinta itu yang mesti diutamakan..dan atas berladaskan cinta padaNya...kita mnyintai insan lain. Cintailah seseorang secara berkadar, kerna dikhuatiri,ianya akan melebihi cinta buat Ilahi...cintailah seseorang krna Ilahi..kerna Ilahi akan kekal dan tidak akan lenyap..
dalam melewati bakian hari-hari di bumi Allah, perbagai tarbiah yang mentangi kita, terkadang rasa ingin tersungkur..namun,kuatlah wahai hati..itulah tanda cinta Ilahi...
Saat hati berkata " INGIN ", namun ALLAH berkata " TUNGGU ".
Saat AIR MATA harus menitis, namun ALLAH berkata " TERSENYUMLAH ".
Saat segalanya terasa " MEMBOSANKAN ", namun ALLAH berkata " TERUSLAH MELANGKAH ".
kita merancang Allah juga merancang tetapi perancangan Allah lebih baik..:')
♥♥♥
Wajah Kesayangan Hamba, Hapuslah air matamu. Tetapkanlah kedua tanganmu, memegang tali Allah dengan kukuh. Sebab Dia-lah tempat bersandar di saat tempat-tempat bersandar yang lain mengkhianatimu.

“…Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku.” (Yusuf:86)
Alhamdulillah, sudah tamat pengajian DIA..diploma in accountancy....syukur..aku telah mengorak setapak lagi.dan ini merupakan hadiah buat bonda dan ayahanda..sayang kalian! Moga cinta buat kalian terus terpahat dlm hti nurani ini..sungguh! bahagia hidup ini memiliki kalian..<3<3<3
“sesungguhnya kita adalah ujian untuk mereka dan mereka adalah ujian untuk kita”
ya Allah kuatkan aku dalam mendepani karenah manusia....:’(
Kata-kata itulah yang menguatkan hati hamba dhoif ini.. dengan berkat kata2 ini..yang aku pegang..alhamdulillah..redha atas segala yg berlaku...:)
Kehidupan kita sentiasa perlu berdepan dengan manusia....terkadang,apa yang kita buat,menyinggung perasaan mereka....kerna kita juga insan dhoif,xmampu penuhi hati semua org....
"andai tiada kebaikkan yang ku hamparkan buatmu, wahai shbtku, carilah yang selayaknya buatmu... moga terisi rohanimu dengan kecintaan Ilahi..." :)
Selagi kita dianugerahkan dengan nikmat kehidupan,tarbiahNya...tidak pernah sunyi buat kita...maka,laluinya dengan redha...
Ya Allah,
disetiap kelukaan di hati ini..
Engkau menjadi saksi..
Disetiap tangisanku di mlm hari..
Engkau setia mnemani..
Andai ini yang telah tertulis buat diri ini..
Seikhlas hati ku terima dugaan ini..
Luruskan hati dan nawaitu ini..

Ya Allah,
Setiap sujudku pdMu..
Tnda ketaatanku padaMu..
Setiap tangisanku pdMu..
Tnda keinsafanku ats khilafku pdMu..
Setiap pujianku pdMu
Tanda mensyukuri keagungan Mu..
Kerna sesungguhnya segala yang dimiliki hanyalah dariMu dan milikMu..
Secara mutlaknya..

ALLAHUAKBAR!!!
Allahuakbar!nampakya,sampai sini dulu yang dapat dikongsikan..moga redha Allah akan sentiasa mengiringi kita...
 
 
 
 





Monday, April 9, 2012

menggapai jodoh


Islam memberikan perhatian yang sangat besar dalam pembentukan sebuah keluarga, karena keluarga merupakan cikal bakal terbentuknya sebuah masyarakat yang lebih luas. Mendirikan dan membentuk sebuah keluarga yang islami, sakinah, mawaddah wa rahmah harus dimulai dengan meletakkan fondasi keislaman yang kokoh, yang dimulai dengan memilih jodoh yang islami, proses walimatul ‘ursy, membangun keluarga dari tahap awal, dan mendidik anggota keluarga sedari dini.
Allah s.w.t telah berfirman:
“Dan kawinkanlah orang bersendirian (belum kawin) di antara kamu” (an-Nur: 32)
Sabda Rasulullah s.a.w.:
“Nikah itu adalah sunnatku, maka barangsiapa yang benci kepada sunnatku, niscaya telah membenci aku.”
”Ambillah istri, karena beristri lebih membuka pintu rizki bagi kamu.” (HR. Thusiy)
“Barangsiapa yang mampu untuk berumahtangga, maka hendaklah ia menikah kerana yang demikian itu dapat memelihara mata dan menjaga kemaluan. Dan barangsiapa yang tidak mampu maka hendaklah ia berpuasa kerana puasa itu adalah dapat menahan keinginan (hawa nafsu).”
“Jika yang datang meminang kepada kamu orang yang kamu percaya tentang agamanya dan amanatnya, maka sebaik-baiknya kamu menikahkannya saja. Jika tidak, dikawatirkan akan menjadi fitnah di atas muka bumi dan kecelakaan yang besar.”
Bersabda Rasulullah s.a.w:
Jika mati anak Adam terputuslah amalannya melainkan tiga perkara: Ilmu yang boleh dimanfaatkan, sedekah jariah (yang manfaatnya terus-menerus) serta anak yang saleh yang mendoakannya (dengan yang baik).
Bukankah untuk mendapatkan anak yang saleh itu harus melalui nikah terlebih dahulu. Berkata Ibnu Abbas r.a.:
Belum sempurna ibadat orang yang beribadat sehingga ia menikah.
Hal-hal yang harus diperhatikan bila memilih jodoh.
Dari Abu hurairah bin Amr bin Ash R.A, Rasulullah SAW sungguh telah bersabda,
”Dunia ini laksana perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah istri yang shalih.”
“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji pula. Wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik pula”. QS.An-Nur:26
Sabda Rasulullah s.a.w.:
“Wanita itu dikawini kerana hartanya atau kecantikannya, keturunannya atau agamanya, maka hendaklah anda memilih yang mempunyai agama yang kukuh, niscaya anda akan bernasib baik.”
Dari hadits Rasulullah s.a.w. di atas, ada empat kriteria utama yang perlu dipertimbangkan dalam memilih jodoh, yaitu:
(1) Agama
Hendaklah isteri itu seorang yang saleh dan berpegang teguh kepada agama. Termasuk ke dalam kategori agama adalah baik budi pekertinya, akhlaknya. Inilah sebaik-baik pilihan.
(2) Kecantikan
Manis atau cantik rupanya; ini juga sering dituntut oleh orang kerana dengannya akan terpelihara diri dari mencari yang lain, sebab tabiat manusia biasanya tiada puas dengan isteri yang buruk rupa. Jika disebutkan supaya memilih yang teguh agamanya bukanlah berarti melarang memilih yang cantik rupanya.
(3) Keturunan baik
Hendaklah wanita itu dari golongan keturunan yang baik, maksudnya dari kaum yang terkenal menjaga urusan agamanya dan termasyhur dengan perjalanannya yang lurus. Sebab wanita dari rumahtangga yang seumpama itu akan memelihara dan mendidik putera-puterinya pada jalan yang diredhai oleh Allah dan RasulNya.
(4) Harta
Ada juga yang memilih jodoh karena calon istri/suami punya harta yang banyak. Inipun tidak dilarang. Tetapi sebaik-baik pilihan adalah karena agama.
Pertimbangan lain (dari Bimbingan Mukmin, Imam al Gazali ra.)
Imam al Ghazali r.a. dalam bukunya “Bimbingan Mukmin” menuliskan beberapa tambahan kriteria dalam hal memilih jodoh.
• Perawan
Sebaiknya calon istri itu seorang gadis. Berkata Rasulullah s.a.w. kepada Jabir yang baru menikahi seorang janda:
“Mengapa tidak menikahi si gadis yang boleh engkau bergurau senda denganmu.”
• Bukan keluarga yang dekat
Hendaklah wanita itu bukan dari kerabat yang dekat, sebab yang demikian itu akan mengurangkan syahwat.
• Ringan maskawin
Rasulullah memberi cara mudah bagi laki-laki untuk mengetahui akhlak calon istrinya dengan mengetahui besar kecil mas kawin yang dimintanya. Seorang wanita yang kuat agamanya tentu tidak akan membebani calon suaminya dengan mas kawin yang mahal harganya. Tetapi dia akan menunjukkan jalan bagi suaminya jalan yang mudah untuk segera menikah.
”sebaik baik wanita yaitu yang paling murah permintaan mas kawinnya.” (HR. Thabrani)
• tidak mandul
Hendaklah ia mengetahui, bahwasanya si wanita itu dapat melahirkan anak, kiranya diketahui kemandulannya, maka hendaklah ia menahan diri dari berkawin dengannya.
Langkah-langkah menemukan jodoh.
Langkah utama adalah berdoa, memohon kepada Sang Khalik, karena Dialah yang menciptakan manusia berpasang-pasangan (QS.4:1). Permohonan kepada Allah SWT dengan meminta jodoh yang diridhoiNya, merupakan kebutuhan penting manusia karena kesuksesan manusia mendapatkan jodoh berpengaruh besar dalam kehidupan dunia dan akhirat seseorang.
Selain itu juga harus berikhtiar. Ada beberapa cara untuk mendapatkan jodoh, dengan tetap berpegangan kepada syariat Islam:
1- Melalui mediator, antara lain :
a- Orang tua.
Seorang muslim(ah) dapat meminta orang tuanya untuk mencarikannya jodoh dengan menyebut kriteria yang ia inginkan. Pada masa Nabi SAW, beliau dan para sahabat-sahabatnya segera menikahkan anak perempuan.
b- Guru (murobbiyah).
Seorang muslim(ah) tidak ada salahnya untuk minta tolong kepada gurunya agar dicarikan jodoh yang sesuai dengannya. Ini adalah salah satu upaya dalam mencari jodoh.
c- Sahabat dekat.
Seorang muslim(ah) dapat meminta kepada sahabat dekatnya untuk dicarikan jodoh. Sebagai gambaran, kita melihat perjodohan antara Nabi SAW dengan Khadijah ra. Diawali dengan ketertarikan Khadijah ra kepada pribadi beliau yang pada saat itu berstatus karyawan pada perusahan bisnis yang dipegang oleh Khadijah ra. Melalui Nafisah sebagai mediatornya akhirnya Nabi SAW menikahi Khadijah ra..
d- Biro Jodoh.
Biro jodoh yang Islami dapat memenuhi keinginan seorang muslim(ah) untuk menikah. Dikatakan Islami karena prosedur yang dilakukan sesuai dengan syariat Islam.
2- Langsung,
Seorang muslim(ah) sudah seharusnya membuka wawasan dan berkiprah di dalam masyarakat. Dalam kehidupan sehari-harinya mungkin saja dia bertemu kepada jodohnya. Inilah yang sering terjadi saat ini, bahwa calon istri (suami) sudah saling kenal terlebih dahulu secara langsung tanpa perantara (mediator). Pastikan bahwa ia berakhlak baik (Islami), dari orang-orang yang dekat dengannya, baik temannya, keluarganya, dll. Jika sudah menetapkan hati, katakanlah kepadanya bahwa anda (laki-laki) ingin menjadikannya istri.
Demikianlah upaya-upaya yang mungkin bisa dilakukan. Tiga hal yang sudah ditaqdirkan Allah, yaitu rezeki, ajal dan jodoh, tidak boleh disertai sikap pasive. Semua itu ada ihktiar dan syar’inya dalam ajaran Islam. Insya Allah, setiap gerak ikhtiar dan niatnya pasti akan mendapatkan pahala dari Allah. Kadang-kadang ada kasus bahwa yang tertarik lebih dahulu adalah muslimahnya. Jika demikian maka ia dapat menawarkan dirinya kepada laki-laki saleh yang ia senangi tersebut. Tetapi kondisi seperti ini belum lazim ditengah-tengah masyarakat kita (Indonesia).
Langkah-langkah menuju nikah
1. Disunnatkan melihat bakal isteri sebelum berkawin,
Sabda Rasulullah s.a.w.:
“Apabila Allah telah mentakdirkan cinta dalam diri seseorang dari kamu, hendaklah dia melihat kepadanya (wanita) kerana yang demikian itu lebih terjamin untuk mengeratkan perhubungan antara keduanya.”
Dalam hal ini pacaran dilarang dalam ajaran Islam. Bukankah pacaran itu sama saja dengan mendekati zina. Jika masing-masing sudah cocok maka segera saja melamar dan menikah.
2. Khitbah
Khithbah adalah meminang (melamar) yaitu permintaan seorang laki-laki kepada anak perempuan orang lain untuk dinikahi, sebagai pendahuluan pernikahan, namun belum berupa aqad nikah. Khitbah merupakan permintaan dan janji untuk mengadakan pernikahan. Dalam melakukan khithbah ini perlu diperhatikan adab-adabnya, antara lain :
- Tidak boleh (haram) meminang pinangan orang lain.
Umar bin Khatab berkata dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim : Nabi SAW melarang sebagian kamu menawarkan atas penawaran sebagian yang lain, dan tidak boleh seseorang meminang pinangan saudaranya hingga peminang sebelumnya meninggalkannya atau mengizinkannya.
- Peminang (laki-laki) tetaplah orang lain bagi wanitanya (bukan mahrom).
Karena khithbah ini bukanlah aqad nikah, maka status peminang masih tetap sebagai orang lain bagi yang dipinang (bukan mahram), dan tidak diperkenankan untuk berkhalwat (pacaran, atau berdua-duaan).
- Dianjurkan menemui dan memberi hadiah.
Pertemuan yang sopan bagi laki-laki yang meminang dan wanita yang dipinang ialah dengan kehadiran mahram wanita, karena hal tersebut akan menambah kemudahan untuk saling mengenal. Dengan pemberian hadiah dari peminang kepada wanita yang dipinang diharapkan akan mempererat lagi tali silaturrahim di antara mereka.
3. Aqad Nikah
Setelah menyelesaikan khithbah, tahap selanjutnya adalah aqad nikah. Setelah aqad nikah inilah, si laki-laki perempuan secara syah telah menjadi suami isteri. Silahkan kalau mau pacaran (berkhalwat), atau bahkan lebih dari itu.
4. Walimahtul ‘Urs
Walimah adalah berkumpul dan ‘urs adalah pernikahan, jadi walimatul ‘urs adalah kenduri yang diselenggarakan dengan tujuan menyebarkan berita tentang telah terjadinya suatu pernikahan agar diketahui umum, sehingga terhindar dari fitnah. Jumhur ulama berpendapat bahwa hukum walimatul ‘urs adalah sunnah, walaupun ada sebagian ulama Syafi’iyah yang mewajibkannya, berdasarkan perintah Nabi SAW kepada Abdur Rahman bin Auf :
“Selenggarakanlah walimah, meskipun hanya dengan seekor kambing”.
Akhirnya jadikanlah keluarga, anak istri (suami), menjadi keluarga yang diridloi Allah SWT.
Dan orang-orang yang berkata: Wahai Tuhan Kami! Kurniakanlah Kami dari isteri-isteri dan keturunan kami cahayamata kami.” (al-Furqan: 74)
“Peliharalah diri kamu dan keluargamu dari api neraka.” (at-Tahrim: 6)
Wallahu A’lam bishowab.


copy paste from pondok habib

no......t.i.t.l.e....

 anak muda!
tinggalkan sebentar keseronokkan yang telah banyak kau luangkan,
tinggalkan sebentar kesibukkan dunia yang kau utamakan,
tinggalkan sebentar kekasih yang kau cintakan,
tinggalkan sebentar kemewahan yang kau kejarkan...
MARI!
fikirkan sejenak akan hidup yang masih berbaki.
fikirkan cara perbaiki diri.
fikirkan kematian yang bakal kita depani
fikirkan akhirat yang bakal kita tempuhi.
Allahurabbi...
Allah! berikan kami peluang untuk perbaiki diri.. kuatkan kami dalam menjalani sisa2 kehidupan di dunia yang masih berbaki..Aamiin..ya Rabb...
wahai diri,usahlah membuang waktu mu memikirkan suatu tidak perlu buatmu..
mari fikirkan arah tujuan hidupmu.. memikirkan di mana letakkan dirimu di sisi pencipta. di mana tahap cintamu padaNya. bagaimana meningkatkan kecintaanmu padaNya. di mana dirimu bakal ditempatkan di akhirat kelak. bagaimana untuk mendepani saat sakaratul maut yang bakal menjemputmu. fikirkan apakah amalanmu masih cukup sebelum dirimu datang menemuiNya?
rawatlah sedihmu dengan mengingatiNya..insyaAllah..sedih itu akan berlalu pergi..dan perasaan gementar,takut, gelisah..itu akan hadir..moga tika itu,diri ini akan lebih dekat padaNya..dan sentiasa meningkatkan amal ibadat kpdNya..


jalanku..

Allah!
sungguh!! jalan aku berbeda dengan mereka,
penderianku, jua tidak sama dengan mereka,
mungkin perit pada mulanya buat ku dlm mendepani tarbiahMu,
mungkin sulit buatku memahami aturanMu,
namun!
aku yakin ya Rabb..
sesungguhnya Engkau telah menyediakan yang terbaik buat ku..buat setiap hamba2 Mu..