muqaddimah

"Allah (sentiasa) hendak meringankan (beban hukumnya) daripada kamu, kerana manusia itu dijadikan berkeadaan lemah" (Surah An-Nisa:28)

flower

Sunday, August 11, 2013

TANDA-TANDA DITERIMANYA AMALAN DI BULAN RAMADHAN




Berkata Guru Mulia Al-'Allamah Al-Faqih Az-Zahid Al-'Arif Billah Al-Habib Zein BinSumaith Hafidzahullah (Imam asy-Syafi'e Soghir):
Barangsiapa yang Sebelum Ramadhan suka tidur setelah Subuh, Maka sekarang ia tidak lagi suka tidur setelah subuh, melainkan Berdzikir kepada Allah sampai Matahari terbit.
Barangsiapa yang sebelum Ramadhan tidak Bangun malam untuk beribadah, maka setelah Ramadhan ia menjadi orang yang suka menghidupkan malam.
Barangsiapa yang sebelum ramadhan tidak mengindahkan Shalat berjemaah, maka setelah Ramadhan ia selalu menjaga shalat Berjamaah
Barangsiapa yang sebelum Ramadhan Tidak menyukai Ilmu dan ulama' Maka setelah Ramadhan ia menjadi Orang yang suka Kepada Ilmu dan Ulama'
Barangsiapa yang sebelum ramadhan tidak mengindahkan Shalat Duha dan Shalat witir, dan Shalat sunnah Rawatib, maka setelah Ramadhan ia senantiasa menjaga untuk melakukan Shalat-sahalat tersebut
Barangsiapa yang seeblum Ramadhan suka melihat Perkara-perkara Haram maka setelah Ramadhan ia menjadi Orang yang Takut kepada Allah, dan memelihara Pandangan nya.
Barangsiapa yang sebelum ramadan suka mengunjing, maka setelah ramadhan ia tidak melakukannya lagi.
Barangsiapa yang sebelum Ramadhan suka Durhaka kepada kedua Orang tuanya, maka setelah Ramadhan ia menjadi orang yang berbuat kebajikan kepada kedua orang tuanya, melayani dengan hak-haknya.
Barangsiapa yang sebelum Ramadhan suka memutuskan talian keluarga, maka setelah Ramadhan ia menjadi orang yang menjalin Siltarrahim kepada sanak kerabat,
Beginilah dalam Hal kebaikan ia menjadi lebih baik. Inilah tanda-tanda diterimanya Amalan Ibadah di bulan ramadhan, dan tanda-tanda di bebaskannya dari api neraka. Adapun jika yang terjadi malah sebalik nya,- Wal iyadzu billah- maka ia menjadi orang yang terhalang dari kebaikan, Rugi, sebab segala sesuatu tidak naik meningkat, maka ia telah mensia-siakan Umurnya secara cuma-cuma. sebagai gantinya ia tidak maju ke depan, melainkan malah mundur ke belakang.
Sebagaimana yang telah di katakan oleh Ulama' :
"Barang siapa yang menginginkan kemajuan maka majulah. Barangsiapa yang menginginkan kemunduran, maka mundurlah."

kalam Syaikh Abu Al-Hasan Al-Syâdzili r.a.

Syaikh Abu Al-Hasan Al-Syâdzili r.a. berkata: “Orang kecintaanku berpesan kepadaku: “Janganlah melangkahkan kedua kakimu kecuali ke tempat di mana kau harapkan dapat menjumpai pahala Allah di sana. Janganlah duduk di mana pun kecuali di suatu tempat di mana engkau akan merasa aman dari pengaruh maksiat kepada Allah. Dan janganlah bersahabat kecuali dengan seseorang yang boleh membimbingmu kepada Allah, atau kepada perintah Allah. Namun sungguh sedikit sekali orang semacam itu.”

Kalam AL-HABIB ALI ZAENAL ABIDIN bin ABU BAKAR AL-HAMID






Musibah atau dugaan adalah sebahagian daripada tanda kasih-NYA terhadap seseorang hamba-NYA. Oleh itu sebagai muslim, WAJIB kita bersangka baik atas segala musibah atau dugaan yang berlaku terhadap diri kita, family kita, sahabat sahabat kita atau sesiapa saja.
4 sebab berlakunya suatu musibah atau dugaan :
• untuk perolehi kasih sayang-NYA
• untuk diuji kesabaran seseorang
• untuk elakkan musibah yang lebih besar terutamanya yang membabitkan keimanan seseorang
• sebagai penghapusan dosa.
Barangsiapa siapa yang terkena musibah/dugaan & bersangka baik dengan menghadirkan salah satu/kesemua sebab di atas, maka ketahuilah bahawa kalian dikasihi-NYA
(Kalam AL-HABIB ALI ZAENAL ABIDIN bin ABU BAKAR AL-HAMID)

wahai muslimah.. baca ni sayang..



Penting di baca Nasihat dr Habib Umar Bin Hafidz beliau berkata :

Seharusnya wanita-wanita kita, kecil
maupun besar, tidak mengikuti ajaran
kaum kafir. Janganlah mengikuti
mereka dalam segala sesuatu, baik cara
berpakaian, adat perkawinan, di dalam rumah serta cara keluar rumah... Siapakah yang kalian ikuti wahai putri-
putri dan wanita mukminah? Siapakah
yang kalian ikuti dan jadikan contoh? Kalian mengikuti orang kafir, Yahudi,
Nasrani, para pelacur, wanita yang
dilaknat ALLAH SWT, wanita yang jauh
dari jalan ALLAH, Bagaimana kalian bisa
sampai terjerumus wahai mukminah?

Dan siapa yang menjerumuskan kalian wahai mukminah, wahai muslimah,
siapakah yang kalian ikuti ?

Siapakah yang telah kalian contoh dan
jalan siapa yang telah kalian ikuti?

Dengan siapa kalian telah menukar
teladan kalian?
Kalian telah menukar Sayyidah Ahlil
Jannah dengan kaum kafir! Kalian telah
menukar Sayyidah Khadijah yang
memperoleh salam dari ALLAH SWT,
dengan kaum yang dilaknat ALLAH
SWT. Apakah yang telah menimpa kita? Berpikirlah secara benar dan serius.
Perkara ini bukanlah sebuah lelucon,
mainan atau gurauan. Ini perkara
agama yang berkaitan dengan akhirat
kita. Juga berkaitan dengan keadaan
menjelang maut, di dalam kubur, di alam barzakh dan hari kebangkitan... Perkara agama ini juga tergantung
pada amal perbuatan kalian dalam
kehidupan, adat, perkataan dan sikap
kalian.
Siapa suri tauladan kita?

Siapa suri tauladan kita?

Siapa suri tauladan kita?

Kita telah menukar dan meninggalkan
suri tauladan Al-Batul, salah satu
bagian dari Rasulullah shallallahu álaihi
wasallam yaitu Sayyidah Nisa’ Ahlil
Jannah dalam adat dan kehidupan
beliau. Dengan siapa? Dengan siapa ya mukminah, ya
mukminah ?!
Lalu bagaimana, apa yang
terbetik di benak kita? Sesungguhnya hal yang memalukan
dan aib bagi muslimah dan mukminah
adalah tidak memperdulikan sirah
(sejarah) Sayyidah Fatimah Az-Zahra,
akhlak dan adat kebiasaan beliau.
Sedangkan kita mencontoh selainnya. Terutama untuk dzurriyat Rasulullah
shallallahu álaihi wasallam. Bahkan
melupakan sirah, akhlak, tata cara
mu’amalah, dan amal perbuatan beliau
lalu mengikuti para pelacur dan kaum
kafir?!

Ya mukminah, bagaimanakah
kehidupan kita?
Tahun demi tahun berlalu dan
sekarang kita memasuki tahun baru
Hijriah. Sampai kapan kita dalam
kelalaian ini? Kita telah menukar ulama dan
pembesar dengan kaum kafir, para
pelacur dan orang yang jauh dari
ALLAH SWT. Ya mukminah, pesta perkawinan
dilaksanakan dengan adat kaum kafir.
Mereka saling membanggakan dengan
mengadakan pesta perkawinan di
gedung-gedung. Perkawinan semacam
itu adalah sesuatu yang buruk, menyimpang dari syariat, menimbulkan
bala’ (kerusakan) dan tidak ada
barokahnya bagi kedua mempelai dan
keluarga mereka. Jika mereka tetap menyelenggarakan
perkawinan yang mewah untuk saling
berbangga diri yang di dalamnya
terdapat tari-tarian dan musik, maka
mereka akan mendapatkan kesusahan
di dunia dan akhirat. Dan katakan kepada mereka, setelah penjelasan ini
maka tidak ada udzur untuk tetap
menjalaninya wahai mukminah. Indonesia dahulu terang bercahaya
dengan adanya kaum sholihin dan
orang yang bertakwa. Mereka datang
dari negara-negara yang baik. Tanpa
adanya mereka, kondisi Indonesia
tidak sebaik sekarang dan kita tidak akan dapat berjalan-jalan seaman
sekarang. Anugerah ini didapatkan bukanlah
dengan mengikuti adat Yahudi dan
Nasrani, kelalaian kepada agama
ALLAH SWT. atau memberati diri untuk
mencari sesuatu yang fana. Namun
karena berkah orang sholeh dan usaha orang-orang yang shiddiq. Keadaan Indonesia yang baik ini
adalah anugerah yang besar dari
ALLAH SWT. karena berkatnya mereka.
Ini adalah sesuatu yang
membanggakan. Marilah kita kembali
ke jalan mereka, mengikuti ajaran serta akhlak mereka dan meninggalkan
susupan syetan dan para
pembantunya. Kita tidak boleh bangga dengan tari-
tarian, pakaian yang ketat
menampakkan bentuk tubuh, dan
penyelenggaraan perkawinan di
gedung-gedung mewah. Apakah
kalian tidak tahu pesta perkawinan Sayyidah Fatimah Az-Zahra di gedung
apa?
Menggunakan tata cara siapa? Sirah Sayyidah Fatimah Az-Zahra telah
terhapus di benak kalian. Apakah
kalian melihat diri kalian lebih agung
dari beliau? Apa saja yang
dipersiapkan Rasulullah shallallahu
álaihi wasallam. untuk perkawinan putri beliau? Dengan cara begitu, apakah turun
derajat Sayyidah Fatimah?
Di akhirat nanti seluruh wanita, sejak
awal penciptaan hingga akhir, akan
menundukkan kepalanya karena
beliau akan melewati jalan cahaya.

Ketika di padang mahsyar, akan
terdengar suara dari Arsy ALLAH :
“Tundukkan kepala kalian dan
pejamkan mata karena Fatimah binti
Muhammad shallallahu álaihi wasallam.
akan melewati shirath.”

Apakah kalian tidak ingin berada di
belakang beliau, lewat di shirath
bersama beliau dan mengikuti beliau?
Kalian telah menukar beliau dengan
lainnya.

Ketika Rasulullah shallallahu álaihi
wasallam. bertanya :
“Apa yang terbaik bagi wanita?”

Sayyidah Fatimah menjawab :
“Yang paling baik bagi wanita adalah
tidak melihat dan tidak dilihat oleh laki- laki.”


Kemudian Rasulullah shallallahu álaihi
wasallam. mencium kening Sayyidah
Fatimah dan berdo'a :
“Semoga ALLAH SWT. memberkati anak
keturunannya.”


Ya mukminah ingatlah, karena suatu
peringatan itu bermanfaat. Jauhilah
adat-adat yang fana tersebut dan
jangan memaksakan diri sampai-
sampai berhutang.

Seperti di dalam
hadits Rasulullah shallallahu álaihi wasallam :
“Barang siapa yang memakai pakaian
untuk dipamerkan maka di akhirat
nanti akan dihinakan oleh ALLAH SWT.” Janganlah berbangga dengan pakaian
sutra dan emas. Sesungguhnya orang
kafir diberi ALLAH SWT. kenikmatan
dunia, namun itu adalah kenikmatan
yang fana. Mengikuti Fatimah al-Batul
Az-Zahra lebih mulia.

Yaa Robbi Sholli 'Alaa Muhammad Yaa
Robbi Sholli 'Alaihi Wasallim


buat remaja akhir zaman..



Suatu pagi, aku terjaga. ALHAMDULILLAH! Satu ungkapan ringkas yang keluar dari mulutku. subhnaAllah.. kagumku padaNya.. kerana Dia masih menyayangi aku dengan menghadiahkan kehidupan ini kepada aku. subhanAllah.. tebalnya cintaMu pada hambaMu. Sunggguh! Malu aku denganMu ya Robb.. semoga nikmat ini tidak aku bazirkan dengan kesibukkan duniawi, tapi kesibukkan aku lebih terarah kepada mencari RedhoMu..aamiin..

Di suatu sudut katil, aku ditemani laptop ku..  tersenyum ku melihat suatu perkongsian, di sini ingin ku berkongsi bersama kalian tentang 1 kalam indah dari seorang ulama’ yang amat ku kagumi..
Suatu kalam yang berkaitan dengan diri ku juga kalian.. kerna kita adalah remaja akhir zaman..mudah2an berguna buat kita bersama..
NASIHAT HABIB ALI BIN ABD.RAHMAN ALJUFRI:
Berita gembira buat REMAJA PADA ZAMAN INI:

WARTAWAN:Remaja sekarang ade yg solat tetapi perangai pelik,ada yg cium sana sini,mata meliar,masuk net tgok macam2.Iman mereka lemah penuh dengan godaan dan celaan pada remaja ini(remaja sekarang)

HABIB ALI ALJUFRI:Perkara ini semua orang ketahui,tentang ujian yg melanda remaja sekarang,

Nasihat al-Habib Ali al-Jufri :

Penyesalan yang mereka rasa dalam diri mereka ( lemah dalam ujian ), kemudian ingin kembali kepada Allah . . . kemudian kembali semula kepada perbuatan lama, kemudian kembali semula kepada Allah . . . ini adalah beritan gembira kepada mereka kerana menandakan "Iman kuat di hati mereka". Iaitu mereka sangat menyintai Allah, selama mana mereka menyintai Allah . . . ketahuilah bahawa Allah juga menyintai mereka. "Allah menyintai mereka . . . dan mereka juga menyintai Allah".
Demi Allah wahai saudaraku, jika Allah tidak menyintai kamu . . . Dia tidak akan campakkan ke dalam hati kamu satu "perasaan kepedihan". Ini adalah perasaan yang kita rasakan "aku ada melakukan kesalahan".
Perkara yang lebih bahaya dari "maksiat" adalah "terus menerus melakukan maksiat".
Rasulullah SAW bersabda; "tidaklah dipanggil sebagai orang yang terus menerus membuat dosa dari kalangan orang yang beristigfar sekalipun kembali kepada maksiatnya 70 kali".
Jika syaitan itu tidak pernah putus asa untuk memasukkan kamu kedalam Neraka . . . bagaimana kamu boleh berputus asa untuk masuk ke Syurga?
Maka pada setiapkali kamu terasa diri menguasai kamu . . . dan syaitan telah merampas kehormatan kamu . . . baliklah ke rumah terus berwuduk, solat 2 rakaat dan dalam sujud, katakanlah . . . "ya Allah . . . diriku menjadi sangat dekat dengan Engkau ketika sujud, tetapi aku mengadu pada Mu segenap jiwa ragaku dan aku memohon pada Mu bawalah hatiku serta diriku kepada Mu sehingga aku dapat merasai kemanisan berhubung dengan Mu sehingga aku berpisah dari maksiat ini. Berdoalah kepada Allah dengan cara yang mampu kamu ungkapkan. berdoalah dengan bahasa yang kamu faham. mengadulah tentang diri kamu kepada Allah. Letakkan dan campakkan diri kamu dihadapan pintu Allah. Ketahuialah jika kamu buat semua ini dengan penuh penyesalan, kejujuran serta berazam tidak akan kembali semula . . . selesai sahaja solat kamu . . . Allah telah mengampun dosa-dosa kamu.
Selepas tu, perlulah ambil langkah pencegahan. Apakah yang membawa kamu ke arah dosa? jauhi mereka yang berkelakuan jahat yang memudahkan kamu membuat jahat/dosa. Menjauhi mereka selangkah demi selangkah, bukan kerana kesombongan tapi kerana menjaga diri kamu.
Sesuatu kewajipan yang ditinggalkan . . . cuba laksanakannya. Sesuatu yang salah dipandangan Islam . . .