Cahaya-cahaya yg bersinar
tersembunyi ketika bersinarnya cahaya Nabi Muhammad saw.. Tidaklah
cukup cahaya ini bagimu.. menyinari pikiranmu, akalmu, hatimu,
pendengaran dan pandanganmu.. Menyinari tujuanmu, niatmu, anggota
badanmu dan ruhmu.. Menyinari penghadapanmu untuk Tuhanmu.. jika kamu
datang kepadanya dengan cahaya ini maka kamu di terima karna ini tempat
di terimanya oleh Allah swt.. Dia adalah pintu paling agung yg kamu
masuk melaluinya kepada Allah swt.. Siapa yg hendak masuk kepada
Ar-rohman ( Allah swt ) dari selain pintu Nabi Muhammad saw tidak akan
di terima oleh Allah swt.
"I am a traveler seeking the truth, a human searching for the meaning of humanity and a citizen seeking dignity, freedom, stability and welfare under the shade of Islam. I am a free women who is aware of the purpose of his existence and who proclaims: “Truly, my prayer and my sacrifice, my living and my dying are all for Allah, the Lord of the worlds; no partner has He. This, am I commanded and I am of those who submit to His Will.” This is who I am.
muqaddimah
"Allah (sentiasa) hendak meringankan (beban hukumnya) daripada kamu, kerana manusia itu dijadikan berkeadaan lemah" (Surah An-Nisa:28)
flower
Monday, January 20, 2014
kisah baginda dan satu pertandingan
Kisah mangkuk cantik, madu dan sehelai rambut.. Suatu ketika, Rasulullah
SAW, Abu Bakar, Umar dan Uthman berkunjung sebagai tetamu ke rumah Ali.
Di sana mereka dijamu oleh Fatimah, puteri Rasululllah SAW sekaligus
isteri Ali bin Abi Thalib. Fatimah menghidangkan untuk mereka semangkuk
madu. Ketika mangkuk itu diletakkan,sehelai
rambut jatuh melayang dekat mereka. Rasulullah SAW segera meminta para
sahabatnya untuk membuat perbandingan terhadap tiga benda tersebut,
iaitu mangkuk yang cantik, madu dan sehelai rambut. Abu Bakar yang
mendapat giliran pertama segera berkata, “iman itu lebih cantik dari
mangkuk yang cantik ini. Orang yang beriman itu lebih manis dari madu,
dan mempertahankan iman itu lebih susah dari meniti sehelai rambut”.
Rasulullah SAW tersenyum, lalu menyuruh Umar untuk mengungkapkan
kata-katanya. Umar segera berkata, “kerajaan itu lebih cantik dari
mangkuk yang cantik ini. Rajanya lebih manis dari madu, dan memerintah
dengan adil itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut”. Rasulullah SAW
kembali tersenyum, lalu berpaling kepada Uthman seraya mempersilakannya
untuk membuat perbandingan tiga benda di hadapan mereka. Uthman berkata,
“ilmu itu lebih cantik dari madu yang cantik ini. Orang yang menuntut
ilmu itu lebih manis dari madu, dan beramal dengan ilmu yang dimiliki
itu lebih sulit dari meniti sehelai rambut”. Rasulullah SAW kembali
tersenyum kagum mendengar perumpamaan yang disebutkan para sahabatnya
itu. Baginda pun segera mempersilakan Ali bin Abi Thalib untuk
mengungkapkan kata-katanya. Ali berkata, “tamu itu lebih cantik dari
mangkuk yang cantik ini. Menjamu tamu itu lebih manis dari madu, dan
membuat tamu senang sampai kembali pulang ke rumahnya adalah lebih sulit
dari meniti sehelai rambut”. Rasulullah SAW segera mempersilakan
Fathimah untuk membuat perbandingan tiga benda di hadapan mereka.
Fathimah berkata, “seorang wanita itu lebih cantik dari sebuah mangkuk
yang cantik. Wanita yang mengenakan purdah itu lebih manis dari madu,
dan mendapatkan seorang wanita yang tidak pernah dilihat orang lain
kecuali muhrimnya lebih sulit dari meniti sehelai rambut”. Setelah
mendengarkan perumpamaan dari para sahabatnya, Rasulullah SAW segera
berkata, ‘seorang yang mendapat taufiq untuk beramal lebih cantik dari
mangkuk yang cantik ini. Beramal dengan perbuatan baik itu lebih manis
dari madu, dan berbuat amal dengan ikhlas, lebih sulit dari meniti
sehelai rambut.” Malaikat Jibril yang hadir bersama mereka, turut
membuat perumpamaan. “menegakkan tiang-tiang agama itu lebih cantik dari
sebuah mangkuk yang cantik. Menyerahkan diri, harta dan waktu untuk
agama lebih manis dari madu, dan mempertahankan agama sampai akhir hayat
lebih sulit dari meniti sehelai rambut”. Allah SWT membuat perumpamaan
dengan firmanNya dalam hadis Qudsi, “syurgaKu itu lebih cantik dari
mangkuk yang cantik itu. Nikmat syurgaKu itu lebih manis dari madu dan
jalan menuju ke syurgaKu lebih sulit dari meniti sehelai rambut”.
kini disunting
assalamualaikum....
salam pembuka bicara,
buat sahabat yang setia di jalanNya..
masyaAllah tabarakallah.. 5 bulan berlalu pantas. diri kerdil ini telah terikat dengan satu ikatan permulaan. sebagai tanda mukadimah kepada suatu jalinan bernama ta'aruf. pertunangan! khitbah! pasti ramai yang mengetahui maksud terindah dari satu perkataan yang penuh makna. tapi ketahuilah, khitbah itu bukan mudah! dan KHITBAH ITU BUKAN JALAN MUKADIMAH KEPADA SUATU KEMAKSIATAN. khitbah bukan suatu jalan untuk kita menghalalkan yang haram, pendustakan cinta yang Esa. ketahuilah, ia hanya suatu permulaan kepada pembukaan suatu hubungan yang lebih serius. dan ketahuilah melaluinya sangat teruji. tapi apa insan kerdil ini kongsikan, laluinya dengan penuh hikmah, jangan kita menggunakan ikatan ini kepada suatu perkara yang mungkar. sungguh, pertunangan itu suatu ikatan, tapi hubungan dua insan itu masih lagi harus dan wajib dijaga. tidak halal lagi untuk duduk bersama. segala yang terjaga sebelumnya masih wajib dijaga.
cuma satu ringkasan nasihat dari hamba yang kerdil ini,
" jika kita ingin menuju kepada perkara baik, gunakan juga jalan yang baik.. semoga yang dimiliki kelak peroleh redhoNYA...."
salam pembuka bicara,
buat sahabat yang setia di jalanNya..
masyaAllah tabarakallah.. 5 bulan berlalu pantas. diri kerdil ini telah terikat dengan satu ikatan permulaan. sebagai tanda mukadimah kepada suatu jalinan bernama ta'aruf. pertunangan! khitbah! pasti ramai yang mengetahui maksud terindah dari satu perkataan yang penuh makna. tapi ketahuilah, khitbah itu bukan mudah! dan KHITBAH ITU BUKAN JALAN MUKADIMAH KEPADA SUATU KEMAKSIATAN. khitbah bukan suatu jalan untuk kita menghalalkan yang haram, pendustakan cinta yang Esa. ketahuilah, ia hanya suatu permulaan kepada pembukaan suatu hubungan yang lebih serius. dan ketahuilah melaluinya sangat teruji. tapi apa insan kerdil ini kongsikan, laluinya dengan penuh hikmah, jangan kita menggunakan ikatan ini kepada suatu perkara yang mungkar. sungguh, pertunangan itu suatu ikatan, tapi hubungan dua insan itu masih lagi harus dan wajib dijaga. tidak halal lagi untuk duduk bersama. segala yang terjaga sebelumnya masih wajib dijaga.
cuma satu ringkasan nasihat dari hamba yang kerdil ini,
" jika kita ingin menuju kepada perkara baik, gunakan juga jalan yang baik.. semoga yang dimiliki kelak peroleh redhoNYA...."
Thursday, January 16, 2014
dakwah
berdakwahlah dengan kemampuanmu..
jika bicaramu mampu mengetarkan hati saudaramu,
maka bicaralah..
jika pekertimu mampu menarik saudaramu untuk berubah,
maka beraksilah..
walau apa cara dakwahmu,
hadirkanlah hati yang ikhlas dan bersih kerna Allah.
hidayah
saat hidayah Allah menyapa hati kita,
genggamlah ia...
usah biarkan kejahilan lampau bertatih kembali dalam hati dan diri kita
luruskan jalanmu
Bila hati mula terarah kepada kebenaran,
maka kukuhkan langkahmu untuk setia bersama kebenaran..
Bila nafsu itu sesak dengan desakan dan rintihanNya,
maka ingatkan diri akan rohmatNya..
sedarilah...
Jalan benar hanya untuk hamba yang benar bersamaNya,
dalam susah dan senang,
dalam tangis dan gembira,
dalam kejatuhan dan kejayaan
no title
ya Tuhan..
aku di sini,
merintih memohon petunjukMu,
dugaan apakah yang sedang Engkau uji pada diriku??
apakah diri ini terlalu kerdil dan dhoif??
tidak bisa menerima ujian sekecil ini?
mengapa ini begitu berat untuk aku tanggung??
derita apakah ini ya Ilahi??
:'(
aku di sini,
merintih memohon petunjukMu,
dugaan apakah yang sedang Engkau uji pada diriku??
apakah diri ini terlalu kerdil dan dhoif??
tidak bisa menerima ujian sekecil ini?
mengapa ini begitu berat untuk aku tanggung??
derita apakah ini ya Ilahi??
:'(
Subscribe to:
Posts (Atom)
